- Ekspor kelapa sawit dari Pangkalan Bun menghasilkan penerimaan negara mencapai Rp1,74 triliun hingga Juli 2026.
- Pelaksanaan ekspor sawit menghadapi kendala logistik seperti keterbatasan pelabuhan dan minimnya ketersediaan kontainer layak.
- Bea Cukai memperkuat pengawasan bersama aparat penegak hukum guna mengantisipasi potensi penyelundupan produk sawit.
Suara.com - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan ekspor kelapa sawit dan produk turunannya dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, telah menyumbang penerimaan negara sebanyak Rp 1,74 triliun hingga Juli 2026.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kalbangsel), Muhtadi menyatakan total penerimaan itu berasal dari penarikan bea keluar maupun dana sawit yang diekspor.
"Itu sekitar Rp 882 miliar untuk sampai dengan saat ini ya, untuk tahun 2026 ini. Untuk dari penerimaan dari dana sawit sekitar Rp 860 miliar. Jadi sekitar hampir Rp 1,7 triliun lebih ya," katanya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dikutip Jumat (31/7/2026).
Muhtadi menyatakan kalau sektor ini menjadi penerimaan terbesar yang dilakukan Pangkalan Bun, khususnya dari pihak luar. Adapun ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) maupun produk turunan dari Pangkalan Bun paling banyak diekspor ke negara India.
Muhtadi juga menjelaskan adanya sejumlah tantangan dalam implementasi ekspor sawit dari Pangkalan Bun.
Untuk ekspor curah misalnya, keterbatasan kedalaman pelabuhan membuat kapal induk (mother vessel) tidak dapat bersandar langsung di Pangkalan Bun.
Sehingga proses pemindahan muatan harus dilakukan melalui mekanisme ship to ship di laut dengan jarak sekitar 40 mil yang membuat adanya penambahan waktu tempuh dan biaya logistik.
Sementara untuk ekspor menggunakan kontainer, banyak industri yang masih menghadapi keterbatasan ketersediaan kontainer layak serta belum adanya layanan pelayaran langsung ke negara tujuan. Sebab sebagian besar pengiriman masih harus transit melalui Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke India.
Lebih lanjut Muhtadi menjelaskan kalau Bea Cukai terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas ekspor demi mencegah potensi penyelundupan sawit dari Pangkalan Bun.
Baca Juga: Bukan yang Pertama, Pilot Malaysia Bawa 70 Ribu Ekstasi ke RI Ternyata Sudah 3 Kali Beraksi
Namun ia menilai risiko penyelundupan di Pangkalan Bun relatif kecil karena mayoritas eksportir merupakan perusahaan besar yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi. Kendati begitu pengawasan terus dilakukan bersama aparat penegak hukum melalui sinergi dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan Agung.
Berita Terkait
-
Bukan yang Pertama, Pilot Malaysia Bawa 70 Ribu Ekstasi ke RI Ternyata Sudah 3 Kali Beraksi
-
Penyelundupan 2,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Kalsel Digulung Bea Cukai
-
Pesanan Ekspor Lesu, Industri Alas Kaki Nasional Masuk Zona Kontraksi
-
Diupah 50.000 Ringgit, Pilot Malaysia Nyabu Saat Terbangkan Pesawat dari Kuala Lumpur ke Jakarta
-
PP 24/2026 Dinilai Jadi Angin Segar bagi Industri Asuransi, Peluang Premi Diprediksi Meningkat
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!