- Analis Nafan Aji Gusta menyatakan laporan keuangan kuartal II-2026 di Jakarta pada Jumat, 31 Juli, menjadi katalis penentu arah saham tambang.
- BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan emiten pertambangan logam kuartal II-2026 menembus US$4,5 miliar, didorong harga jual rata-rata komoditas.
- Berbagai saham emiten pertambangan membukukan apresiasi harga atraktif di Bursa Efek Indonesia sepanjang satu bulan terakhir hingga Jumat, 31 Juli.
Rapor Penguatan Saham Tambang Sebulan Terakhir
Menjelang penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan lalu, Jumat (31/7), sederet saham emiten pertambangan telah membukukan tren apresiasi harga yang atraktif bila diakumulasikan sepanjang satu bulan terakhir.
Pada subsektor pertambangan mineral logam dan baterai, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memimpin penguatan sebesar 33,55 persen hingga bertengger di posisi Rp4.140 per lembar. Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turut menguat 8,23 persen ke level Rp500, sementara PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) naik 14,74 persen menuju level Rp895.
Apresiasi harga juga dinikmati oleh emiten tambang emas dan nikel lainnya. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tercatat meningkat 18,14 persen ke posisi Rp560, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 10,81 persen ke level Rp2.870, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melesat 28,03 persen ke Rp5.275, serta saham produsen timah PT Timah Tbk (TINS) yang melambung 14,98 persen di posisi Rp3.760 per lembar.
Sementara itu, pada subsektor pertambangan batu bara dan energi terintegrasi, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat tipis 2,62 persen ke harga Rp2.350. Emiten energi lainnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), juga mencatatkan penguatan 10,18 persen di level Rp2.490, dan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mendaki 12,26 persen menuju posisi Rp24.725.
Selain itu, tren positif juga melingkupi emiten jasa pertambangan serta migas, di mana saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melesat tajam 63,68 persen ke level Rp464, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) bertumbuh 25,00 persen ke posisi Rp900, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengalami kenaikan sebesar 25,37 persen hingga berada di kisaran harga Rp1.285 per lembar.
Berita Terkait
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
IHSG Pagi Ini Melesat ke Level 6.200, Saham Diburu Investor
-
IHSG Hari Ini Dibayangi Data Ekonomi, Cek Saham Rekomendasi dari Para Analis
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ledakan Guncang Bogor di Depan Hotel Pemain Vietnam Jelang Lawan Timnas Indonesia
-
Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Berfluktuasi
-
Saham Tempo (TMPO) Terbang 35 Persen Sentuh ARA, Investor Bertaruh Isu Demo Agustus?
-
Skema Pagar Dedie Rachim Bikin Waswas, Warga RE Martadinata Minta JPO Dulu Sebelum Ditutup
-
Pipa PAM JAYA Bocor di Antasari, Ganggu Suplai Air 18 Kelurahan di Jakarta Selatan
-
Awas Boncos! Ini 8 Biaya Tersembunyi Pesta Pernikahan yang Sering Luput dari Anggaran
-
Perbedaan ASICS Novablast 6 vs Novablast 5: Apakah Perlu Upgrade?
-
Pertamax Cuma Turun Rp300 Per-Liter, Pengendara Mengeluh: Kurang Berasa, Kemarin Naiknya Gede
-
Bau Anyir Putusan MK soal MBG, Diduga Ulur Waktu agar SPPG Balik Modal
-
Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan