- PT Waskita Karya merampungkan proyek Sekolah Rakyat di Surabaya dengan kapasitas 370 siswa pada Senin, 3 Agustus 2026.
- Pembangunan lima sekolah berbiaya kontrak Rp1,16 triliun ini melibatkan hampir 4.500 tenaga kerja yang bekerja siang malam.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung lokasi proyek untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan lancar.
Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) merampungkan proyek pemerintah Sekolah Rakyat di Surabaya, Jawa Timur. Sekolah ini menjadi salah satu, dari lima sekolah yang akan dibangun oleh perseroan.
Perseroan mendapatkan nilai kontrak pembangunan lima sekolah tersebut mencapai Rp1,16 triliun.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Mengerjakan proyek SRT bukan sekadar menyelesaikan tugas, melainkan bagian dari investasi membangun bangsa. Maka Perseroan berusaha merampungkan sekolah berkapasitas 370 siswa ini secepat mungkin serta dengan hasil terbaik," ujar Paulus dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Waskita Karya mengerahkan hampir 4.500 tenaga kerja yang bekerja secara bergantian siang dan malam di seluruh proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur, termasuk SRT 2 Surabaya.
"Hampir 4.500 tenaga kerja kami kerahkan guna menyelesaikan proyek sekolah rakyat di Jawa Timur, termasuk SRT 2 Surabaya. Mereka bekerja siang dan malam secara bergantian demi mengejar bangunan agar bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar pada Agustus," kata Paulus.
Perseroan juga menerapkan sejumlah metode konstruksi guna mempercepat pembangunan, antara lain penggunaan metode half slab pada pelat lantai dua, distribusi material menggunakan hiab crane, pengecoran dengan concrete pumpdan mobile crane, hingga percepatan penyambungan daya listrik PLN melalui penyesuaian tata letak panel sesuai standar teknis.
Menurut Paulus, Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mampu mencetak generasi unggul.
"Sesuai arahan pemerintah, Sekolah Rakyat bukan hanya sebagai tempat belajar, tapi juga lingkungan pendidikan terpadu. Maka kami rancang agar sarana pendidikan di Jawa Timur ini dapat menjadi model kawasan terintegrasi yang mampu mencetak generasi unggul penerus masa depan negara," tuturnya.
Baca Juga: Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai
Ia menambahkan, proyek tersebut semakin memperkuat rekam jejak Waskita Karya sebagai BUMN konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun membangun berbagai infrastruktur strategis di Indonesia. Perseroan pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung SRT 2 Surabaya sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai rencana. Kunjungan tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam kunjungannya, Purbaya berdialog dengan para siswa dan menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya
-
Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung
-
Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
-
RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni
-
Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat
-
Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana
-
Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia