Bisnis / Makro
Senin, 03 Agustus 2026 | 18:58 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya melaporkan realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun di Jakarta, Senin (3/8/2026).
  • Program Makan Bergizi Gratis merealisasikan anggaran sebesar Rp101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat.
  • Pemerintah menyalurkan subsidi BBM dan listrik sebesar Rp116 triliun serta kompensasi Rp116,9 triliun.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi belanja negara yang sudah dilakukan Pemerintah hingga semester pertama 2026, termasuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mulanya Menkeu Purbaya menerangkan kalau realisasi belanja negara sudah mencapai Rp 1.656 triliun atau tumbuh 17,8 persen secara tahunan (year on year atau yoy) hingga akhir triwulan kedua 2026. Dari total itu, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun atau tumbuh 29,4 persen year-on-year. 

"Belanja dipengaruhi antara lain oleh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran THR dan gaji ke-13, pembayaran manfaat pensiun, serta pembayaran subsidi dan kompensasi BBM dan listrik," katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Khusus MBG, Purbaya mengungkapkan kalau program itu telah merealisasikan anggaran sebesar Rp101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat. Program prioritas lainnya yakni Sekolah Rakyat dengan realisasi Rp13,1 triliun untuk pembangunan 104 sekolah permanen.

Sedangkan fungsi perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan juga terus dijalankan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Program Indonesia Pintar (PIP), dengan realisasi masing-masing Rp14,5 triliun, Rp19,7 triliun, dan Rp8,8 triliun.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, lanjut Purbaya, pemerintah juga memberikan berbagai paket stimulus yang mendukung keberlanjutan usaha dan aktivitas ekonomi.

Pembagian menu MBG di salah satu sekolah di Kota Yogyakarta. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)

Stimulus itu mencakup insentif perpajakan untuk pelaku usaha nasional, diskon transportasi pada periode libur Lebaran dan libur sekolah, serta program magang dan vokasi.

Terakhir, Purbaya menerangkan kalau Pemerintah juga menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas harga dan pasokan BBM dan pangan lewat program subsidi sebesar Rp 116 triliun dan kompensasi Rp 116,9 triliun

"APBN tetap dioptimalkan untuk berperan sebagai shock absorber, agent of development, dan protecting the poor," jelas Purbaya.

Baca Juga: Yield SBN Naik hingga 7,14 Persen, Purbaya Salahkan Konflik Timur Tengah

Load More