Bisnis / Makro
Senin, 03 Agustus 2026 | 19:26 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat di bawah 5,6 persen pada triwulan kedua 2026.
  • Perlambatan ekonomi nasional tersebut disebabkan oleh ketidakpastian global, pengetatan anggaran pemerintah, serta keluarnya arus modal asing.
  • Badan Pusat Statistik dijadwalkan mengumumkan angka resmi pertumbuhan ekonomi triwulan kedua pada tanggal 10 Agustus 2026.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat di triwulan kedua 2026 alias periode April-Mei-Juni.

Menkeu Purbaya mengakui kalau prediksi dari anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menyebutkan pertumbuhan ekonomi akan di bawah 5,6 persen.

Jika dibandingkan dengan triwulan I 2026 dengan 5,61 persen, prediksi pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2026 memang menurun. Namun ia yakin kalau angka tersebut tidak akan jauh dari 5,4 persen. 

"Jadi melambat tapi enggak parah-parah amat," katanya dalam konferensi pers KSSK di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Purbaya beralasan kalau ekonomi RI melambat di triwulan kedua lantaran adanya beberapa faktor ketidakpastian global, mulai dari harga minyak global tinggi hingga perang Amerika Serikat vs Iran yang tak kunjung berakhir.

Faktor lain yakni Pemerintah juga masih mengatur ketat agar pengeluaran anggaran tetap aman. Lebih lagi banyak arus modal asing yang keluar selama periode tersebut.

Kendati begitu, Purbaya yakin kalau semester kedua 2026 bakal lebih baik baik. Ia yakin karena semua anggota KSSK akan berkoordinasi dengan baik, khususnya Kemenkeu dan BI.

"Tapi saya yakin untuk semester kedua, semester kedua ini, harusnya pertumbuhannya akan lebih baik, karena kami akan berkoneksi lebih ketat dengan bank sentral untuk memastikan semua mesin pertumbuhan bisa jalan," jelasnya.

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan kedua akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu, 10 Agustus 2026 mendatang.

Baca Juga: Purbaya Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 101,1 Triliun per Semeter I 2026

Load More