- PANI cetak laba bersih Rp1,7 triliun, melonjak 484%.
- Pendapatan naik 78% menjadi Rp2,9 triliun.
- Kas Rp3,9 triliun, land bank 1.809 hektare siap ekspansi.
Suara.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang semester I 2026. Emiten properti tersebut membukukan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan seiring meningkatnya penjualan kawasan bisnis dan proyek hunian.
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, PANI meraih pendapatan usaha sebesar Rp2,9 triliun, melonjak 78% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan pendapatan tersebut langsung mengerek laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk menjadi Rp1,7 triliun, atau melesat 484% secara tahunan (year on year/yoy).
Pencapaian tersebut ditopang oleh tingginya serah terima lahan di kawasan Central Business District (CBD) yang menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Selain itu, serah terima berbagai proyek residensial dan komersial seperti Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, hingga Pasir Putih Residences turut memperkuat pendapatan.
Momentum pertumbuhan juga berlanjut pada kuartal II 2026. PANI membukukan penjualan sebesar Rp1,8 triliun, naik 63% dibandingkan kuartal sebelumnya. Kinerja tersebut mendorong laba bersih kuartalan mencapai Rp1,1 triliun, meningkat 89% secara kuartalan (quarter to quarter/qtq).
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma mengatakan capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan setelah menjalankan transformasi bisnis selama beberapa tahun terakhir.
"Pendapatan yang meningkat 78 persen secara tahunan dan lonjakan pada kuartal kedua merupakan catatan sejarah yang luar biasa dalam perjalanan PANI," ujar Sugianto alias Aguan, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kinerja tersebut juga mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis perseroan.
"Hal ini menunjukkan bahwa PANI masih dipercaya oleh pasar sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia," katanya.
Sugianto menegaskan perusahaan akan terus mengembangkan kawasan bernilai ekonomi tinggi dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Baca Juga: AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami
Ia menambahkan transformasi bisnis yang dimulai sejak 2021 mulai memberikan hasil nyata. Sebagai perbandingan, pada semester I 2023 PANI masih membukukan pendapatan sekitar Rp1,2 triliun dengan laba bersih Rp211 miliar. Dalam kurun tiga tahun, kinerja perusahaan tumbuh signifikan hingga mencetak rekor baru pada semester I 2026.
Tak hanya laba yang melonjak, fundamental keuangan PANI juga semakin kuat. Hingga 30 Juni 2026, perseroan mengantongi kas bersih Rp3,9 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp33,7 triliun.
Di sisi aset, PANI mengelola cadangan lahan (land bank) seluas 1.809 hektare melalui 12 entitas anak dengan nilai perolehan sekitar Rp38 triliun. Perseroan menilai land bank tersebut menjadi modal strategis untuk menopang ekspansi bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%
-
7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga
-
Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi