Bisnis / Keuangan
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:03 WIB
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi]
Baca 10 detik
  • COO BPI Danantara Dony Oskaria menyatakan laporan keuangan konsolidasi belum dipublikasikan karena proses penggabungan seluruh BUMN membutuhkan waktu lama pada 31 Juli 2026.
  • Proses eliminasi transaksi antarperusahaan dari sekitar seribu BUMN dilakukan secara sangat hati-hati dan detail agar tidak terjadi penghitungan ganda.
  • Penyusunan laporan keuangan dibantu konsultan keuangan Big Four serta sedang dalam tahap pre-audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Suara.com - Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan alasan belum dipublikasikannya laporan keuangan Danantara.

Dony menyebut penyusunan laporan keuangan tersebut membutuhkan waktu lebih lama karena merupakan kali pertama seluruh BUMN disatukan dalam satu entitas holding.

"Ini adalah pertama kali BUMN melakukan laporan konsolidasi. Laporan konsolidasi itu artinya akan ada proses eliminasi antarperusahaan, karena dulu BUMN itu terpisah-pisah, bukan satu holding," ujar Dony s usai menghadiri agenda Presidential Briefing KADIN di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jumat (31/7/2026).

Dony menerangkan, proses eliminasi transaksi dan pencatatan aset antar BUMN seperti transaksi antara Pertamina, Bank Mandiri, hingga PLN, memerlukan ketelitian khusus agar tidak terjadi penghitungan ganda.

"Bisa dibayangkan, dari sekitar seribu BUMN, masing-masing tereliminasi transaksinya. Prosesnya memang sangat hati-hati dan detail," katanya.

Untuk menjaga akurasi laporan, penyusunan chart of account dan proses konsolidasi ini dibantu oleh konsultan keuangan dari kelompok Big Four.

Gedung Danatara, Jakarta. [Antara/PRNewsfoto/Shanghai SUS Environment Co., Ltd.]

Selain itu, laporan keuangan unaudited tersebut saat ini sedang dalam proses pre-audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dony menegaskan, kinerja keuangan tiap BUMN sebenarnya masih dapat diakses secara transparan melalui laporan masing-masing entitas individu.

Ia pun memastikan keterlambatan publikasi laporan konsolidasi ini murni karena kendala teknis penyusunan di tahun pertama.

Baca Juga: Penjualan MARK Naik 50%, Kenaikan Biaya Produksi Mulai Tekan Margin

"Setelah ketemu polanya untuk proses eliminasi dari seluruh perusahaan ini, tahun berikutnya tentu akan jauh lebih mudah karena langsung dimasukkan ke dalam sistem," pungkas Dony.

Load More