Bisnis / Keuangan
Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:18 WIB
Ilustrasi Pinjaman Online (Pinjol). [Ist]
Baca 10 detik
  • OJK mencatat *outstanding* pembiayaan pinjaman daring mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026 dengan perbaikan kredit macet.
  • Pembiayaan *Buy Now Pay Later* oleh perusahaan pembiayaan tumbuh signifikan menjadi Rp13,40 triliun pada Juni 2026.
  • Industri modal ventura mengalami kontraksi pembiayaan sebesar 0,48 persen secara tahunan menjadi Rp16,28 triliun pada Juni 2026.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, industri pinjaman daring (Pindar) atau pinjaman online (pinjol) terus tinggi hingga Juni 2026. 

"Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding pembiayaan pada Juni 2026 tumbuh 25,88 persen secara tahunan menjadi Rp105,14 triliun," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman.

Nilai outstanding pembiayaan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang sebesar 25,60 persen.

Menurutnya, kualitas pembiayaan industri pinjaman daring juga menunjukkan perbaikan.

"Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 tercatat sebesar 4,26 persen, membaik dibandingkan posisi Mei 2026 yang sebesar 4,42 persen," ujar Agusman dalam RDK secara virtual, Selasa (4/8/2026).

Selain pinjaman daring, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) yang disalurkan perusahaan pembiayaan juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Pinjaman daring (Pindar) melonjak. [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/sgd]

Berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 57,02 persen secara tahunan menjadi Rp13,40 triliun pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang mencapai 53,78 persen.

Di sisi lain, kualitas pembiayaan BNPL juga semakin membaik. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross turun menjadi 3,09 persen dari sebelumnya 3,44 persen pada Mei 2026.

Agusman menjelaskan, sektor lembaga pembiayaan secara umum masih mencatatkan pertumbuhan positif dengan profil risiko yang tetap terjaga.

Baca Juga: OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online

"Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,88 persen secara tahunan menjadi Rp511,26 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya pembiayaan modal kerja yang tumbuh 6,36 persen secara tahunan," kata Agusman.

Ia menambahkan, kualitas pembiayaan perusahaan pembiayaan tetap terkendali. Rasio NPF gross tercatat sebesar 3,01 persen, membaik dibandingkan 3,06 persen pada Mei 2026. Sementara itu, NPF net turun menjadi 0,81 persen dari 0,85 persen.

Dari sisi permodalan, gearing ratio perusahaan pembiayaan berada di level 2,14 kali, sama seperti bulan sebelumnya dan masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator sebesar 10 kali.

Sementara itu, kinerja industri modal ventura masih menghadapi tekanan. OJK mencatat pembiayaan modal ventura pada Juni 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,48 persen secara tahunan, berbalik dari pertumbuhan 0,09 persen pada Mei 2026. Nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp16,28 triliun.

Meski demikian, OJK menilai, secara keseluruhan sektor PVML masih berada dalam kondisi yang terjaga, ditopang oleh kualitas pembiayaan yang membaik serta permodalan perusahaan pembiayaan yang tetap kuat.

Load More