- OJK mencatat *outstanding* pembiayaan pinjaman daring mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026 dengan perbaikan kredit macet.
- Pembiayaan *Buy Now Pay Later* oleh perusahaan pembiayaan tumbuh signifikan menjadi Rp13,40 triliun pada Juni 2026.
- Industri modal ventura mengalami kontraksi pembiayaan sebesar 0,48 persen secara tahunan menjadi Rp16,28 triliun pada Juni 2026.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, industri pinjaman daring (Pindar) atau pinjaman online (pinjol) terus tinggi hingga Juni 2026.
"Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding pembiayaan pada Juni 2026 tumbuh 25,88 persen secara tahunan menjadi Rp105,14 triliun," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman.
Nilai outstanding pembiayaan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang sebesar 25,60 persen.
Menurutnya, kualitas pembiayaan industri pinjaman daring juga menunjukkan perbaikan.
"Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 tercatat sebesar 4,26 persen, membaik dibandingkan posisi Mei 2026 yang sebesar 4,42 persen," ujar Agusman dalam RDK secara virtual, Selasa (4/8/2026).
Selain pinjaman daring, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) yang disalurkan perusahaan pembiayaan juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 57,02 persen secara tahunan menjadi Rp13,40 triliun pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang mencapai 53,78 persen.
Di sisi lain, kualitas pembiayaan BNPL juga semakin membaik. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross turun menjadi 3,09 persen dari sebelumnya 3,44 persen pada Mei 2026.
Agusman menjelaskan, sektor lembaga pembiayaan secara umum masih mencatatkan pertumbuhan positif dengan profil risiko yang tetap terjaga.
Baca Juga: OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online
"Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,88 persen secara tahunan menjadi Rp511,26 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya pembiayaan modal kerja yang tumbuh 6,36 persen secara tahunan," kata Agusman.
Ia menambahkan, kualitas pembiayaan perusahaan pembiayaan tetap terkendali. Rasio NPF gross tercatat sebesar 3,01 persen, membaik dibandingkan 3,06 persen pada Mei 2026. Sementara itu, NPF net turun menjadi 0,81 persen dari 0,85 persen.
Dari sisi permodalan, gearing ratio perusahaan pembiayaan berada di level 2,14 kali, sama seperti bulan sebelumnya dan masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator sebesar 10 kali.
Sementara itu, kinerja industri modal ventura masih menghadapi tekanan. OJK mencatat pembiayaan modal ventura pada Juni 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,48 persen secara tahunan, berbalik dari pertumbuhan 0,09 persen pada Mei 2026. Nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp16,28 triliun.
Meski demikian, OJK menilai, secara keseluruhan sektor PVML masih berada dalam kondisi yang terjaga, ditopang oleh kualitas pembiayaan yang membaik serta permodalan perusahaan pembiayaan yang tetap kuat.
Berita Terkait
-
BUMN Ramai-ramai Gagal Bayar: Salah Kelola atau Ada 'Sesuatu'?
-
OJK Bubarkan Dana Pensiun Bank CIMB Niaga
-
Dibanding Beri Denda ke Pindar, KPPU Diminta Utamakan Pencegahan
-
Ada Aset Diduga Berasal dari Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia, 32 Pihak Diperiksa
-
Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok