- KDKMP tak lagi dorong investasi kuartal II, sudah tercatat di kuartal I.
- PMTB kendaraan naik 26,03% ditopang truk, pikap, bus, dan impor kapal.
- PMTB tumbuh 6,87%, jadi penyumbang ekonomi terbesar kedua setelah konsumsi.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pengadaan kendaraan untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan investasi pada triwulan II-2026. Pasalnya, realisasi belanja kendaraan tersebut sudah dicatat dalam komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada triwulan I-2026.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan seluruh pengadaan kendaraan untuk program KDKMP telah direalisasikan pada awal tahun sehingga kontribusinya terhadap investasi sudah masuk dalam perhitungan kuartal pertama.
"Pengadaan kendaraan untuk KD/KMP sudah tercatat di triwulan I, karena memang realisasinya kan di triwulan I, jadi sudah bagian dari PMTB," ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Dengan demikian, menurut Edy, kenaikan investasi pada triwulan II tidak lagi dipengaruhi oleh program pengadaan kendaraan koperasi desa. Peningkatan PMTB pada periode April-Juni justru berasal dari aktivitas sektor usaha yang lebih luas.
Ia menjelaskan, subkomponen kendaraan dalam PMTB meningkat seiring melonjaknya penjualan kendaraan niaga, seperti truk, pikap, dan bus. Selain itu, impor kapal tanker dan kapal laut juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan investasi.
"Jadi, peningkatan PMTB untuk subkomponen kendaraan sejalan dengan peningkatan penjualan kendaraan niaga. Jadi, penjualan kendaraan niaga seperti truk, pikap, dan bus, juga impor kapal tanker dan kapal laut," katanya.
Data BPS menunjukkan subkomponen kendaraan dalam PMTB tumbuh 26,03% secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II-2026. Sementara itu, penjualan kendaraan niaga melonjak 38,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, PMTB pada triwulan II-2026 mencatat pertumbuhan sebesar 6,87% dan menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi nasional setelah konsumsi rumah tangga. Capaian tersebut mengindikasikan investasi swasta dan aktivitas dunia usaha masih menjadi motor penting bagi perekonomian, meski kontribusi belanja kendaraan program KDKMP telah lebih dahulu tercermin pada kuartal pertama tahun ini.
Baca Juga: Daftar Harga Mobil Listrik Jaecoo 2026: Intip Spesifikasi SUV Canggih J5, J7, dan J8 di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026
-
Tramadol Obat Apa? Disebut Dedi Mulyadi Jadi Pemicu Naiknya Kriminalitas di Jawa Barat
-
Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan
-
Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal
-
4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan
-
Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK
-
Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko
-
Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup
-
Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity
-
Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang