Bisnis / Makro
Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:03 WIB
Pikap Mahindra Scorpio yang diimpor dari India dan akan digunakan sebagai kendaraan Koperasi Desa Merah Putih. [Dok Mahindra Indonesia]
Baca 10 detik
  • KDKMP tak lagi dorong investasi kuartal II, sudah tercatat di kuartal I.
  • PMTB kendaraan naik 26,03% ditopang truk, pikap, bus, dan impor kapal.
  • PMTB tumbuh 6,87%, jadi penyumbang ekonomi terbesar kedua setelah konsumsi.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pengadaan kendaraan untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan investasi pada triwulan II-2026. Pasalnya, realisasi belanja kendaraan tersebut sudah dicatat dalam komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada triwulan I-2026.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan seluruh pengadaan kendaraan untuk program KDKMP telah direalisasikan pada awal tahun sehingga kontribusinya terhadap investasi sudah masuk dalam perhitungan kuartal pertama.

"Pengadaan kendaraan untuk KD/KMP sudah tercatat di triwulan I, karena memang realisasinya kan di triwulan I, jadi sudah bagian dari PMTB," ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Dengan demikian, menurut Edy, kenaikan investasi pada triwulan II tidak lagi dipengaruhi oleh program pengadaan kendaraan koperasi desa. Peningkatan PMTB pada periode April-Juni justru berasal dari aktivitas sektor usaha yang lebih luas.

Ia menjelaskan, subkomponen kendaraan dalam PMTB meningkat seiring melonjaknya penjualan kendaraan niaga, seperti truk, pikap, dan bus. Selain itu, impor kapal tanker dan kapal laut juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan investasi.

"Jadi, peningkatan PMTB untuk subkomponen kendaraan sejalan dengan peningkatan penjualan kendaraan niaga. Jadi, penjualan kendaraan niaga seperti truk, pikap, dan bus, juga impor kapal tanker dan kapal laut," katanya.

Data BPS menunjukkan subkomponen kendaraan dalam PMTB tumbuh 26,03% secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II-2026. Sementara itu, penjualan kendaraan niaga melonjak 38,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, PMTB pada triwulan II-2026 mencatat pertumbuhan sebesar 6,87% dan menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi nasional setelah konsumsi rumah tangga. Capaian tersebut mengindikasikan investasi swasta dan aktivitas dunia usaha masih menjadi motor penting bagi perekonomian, meski kontribusi belanja kendaraan program KDKMP telah lebih dahulu tercermin pada kuartal pertama tahun ini.

Baca Juga: Daftar Harga Mobil Listrik Jaecoo 2026: Intip Spesifikasi SUV Canggih J5, J7, dan J8 di Indonesia

Load More