Antrian Pertalite Panjang dan Harganya Mau Naik? Menko Airlangga Kasih Bocoran Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:41 WIB
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tetap bertahan di level Rp10.000 per liter hingga akhir 2026. Desain Suara.com/AI
  • Pertalite dipastikan tetap Rp10.000/liter hingga Desember 2026.
  • APBN jadi buffer agar subsidi BBM tetap aman.
  • B50 dinilai kurangi impor solar dan beban subsidi.

Suara.com - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tetap bertahan di level Rp10.000 per liter hingga akhir 2026. Kepastian tersebut diberikan meski pasar energi global masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantalan anggaran (buffer) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga harga Pertalite tetap aman hingga Desember 2026.

"Untuk Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember aman. Jadi ini sudah masuk dalam buffer," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/8/2026).

Menurut Airlangga, pemerintah berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya risiko global, termasuk dampak konflik di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan minyak dunia.

"Arahan Bapak Presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kita jaga resiliensinya," ujarnya.

Ia menjelaskan, kemampuan APBN dalam menopang subsidi energi semakin kuat setelah pemerintah menerapkan program biodiesel B50. Kebijakan tersebut dinilai mampu memangkas ketergantungan Indonesia terhadap impor solar sehingga beban subsidi energi menjadi lebih ringan.

"APBN sebagai shock absorber itu menjaga agar dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor solar, dan sebetulnya dengan harga sekarang juga relatif pemanfaatan subsidi relatif kecil untuk B50," tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) justru telah menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi. Penyesuaian harga tersebut berlaku untuk Pertamax, Pertamax Green 95, hingga Pertamax Turbo, seiring perubahan harga minyak dunia dan kondisi pasar.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com