Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Pakain Biru), saat konfrensi pers di Kantornya, Kamis (6/8/2026). Foto Fakhri-Suara.com
  • MBG di Papua, NTT, dan Maluku ditargetkan tuntas dalam sepekan.
  • Pemerintah siapkan 1.700 dapur di daerah dengan stunting tinggi.
  • Sebanyak 11,15 juta ibu hamil, menyusui, dan balita jadi prioritas.

Suara.com - Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) setelah menemukan fakta bahwa daerah dengan angka stunting tertinggi belum sepenuhnya terjangkau layanan dapur umum. Target penyelesaian yang semula dipatok satu bulan kini dipangkas menjadi hanya sepekan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan percepatan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi lintas kementerian yang membahas implementasi MBG, khususnya untuk wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku.

"Target kita ada jangka pendek, terutama SPPG yang di daerah 3T, yaitu Papua, NTT, dan Maluku. Yang paling berhak, banyak stunting dan seterusnya," ujar Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, hasil pemetaan terbaru menunjukkan penyelesaian layanan MBG di wilayah 3T dapat dilakukan lebih cepat dari rencana awal.

"Kami tadi sudah menyelesaikan, sudah rapat hari ini memutuskan yang 3T akan selesai dalam minggu ini. Karena minggu lalu kita rapat satu bulan. Ternyata dalam satu minggu ini insyaallah bisa kita selesaikan yang 3T," katanya.

Selain mempercepat pembangunan dan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T, pemerintah juga hampir merampungkan sinkronisasi data penerima manfaat. Integrasi data tersebut melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kependudukan, hingga Badan Gizi Nasional (BGN).

Meski demikian, perluasan layanan MBG di luar wilayah 3T masih membutuhkan waktu lebih panjang. Pemerintah memperkirakan masih harus menambah sekitar 13 ribu titik layanan baru di Pulau Jawa, Sumatera, dan daerah lainnya.

"Jumlah titik penambahan di Pulau Jawa, Sumatera dan lain-lain selain 3T itu hampir ada 13 ribu. Kami perlu waktu lebih panjang, kira-kira satu bulan sampai satu bulan setengah lagi. Total waktu dua bulan diperlukan," ujar Zulhas.

Di luar fokus wilayah 3T, pemerintah juga mempercepat penyaluran MBG bagi kelompok rentan melalui skema prioritas "3B", yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Jumlah sasaran yang telah teridentifikasi mencapai sekitar 11,15 juta penerima manfaat dan ditargetkan mulai terlayani dalam satu hingga dua pekan ke depan.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan hasil pemetaan menunjukkan sekitar 1.700 dapur MBG telah siap beroperasi di wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi. Aktivasi akan dilakukan secara bertahap mulai pekan depan.

"Dari data overlay tadi ada sekitar 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali. Insyaallah mungkin minggu depan kita ada sekitar 300-an kita aktivasi," kata Sudaryono.

Percepatan MBG di wilayah 3T menjadi langkah pemerintah untuk memastikan program prioritas nasional tersebut lebih dulu menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Setelah daerah dengan tingkat stunting tinggi tertangani, pemerintah akan melanjutkan ekspansi layanan ke wilayah lain dengan tambahan ribuan titik dapur dalam dua bulan mendatang.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com