- Badan Gizi Nasional menemukan pelanggaran SOP berupa proses memasak terlalu cepat dalam evaluasi kasus keracunan Program Makan Bergizi Gratis.
- Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyatakan operasional dapur disetop sementara dan kepala SPPG dicopot untuk memudahkan investigasi laboratorium.
- Pihak berwenang memperketat pengawasan operasional serta siap menyerahkan kasus kepada kepolisian jika ditemukan unsur kesengajaan atau sabotase.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan masih adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu temuan yang menjadi sorotan ialah proses memasak yang dilakukan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.
Temuan tersebut diperoleh setelah BGN melakukan evaluasi terhadap sejumlah insiden dugaan keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah.
Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengatakan setiap laporan dugaan keracunan selalu ditindaklanjuti dengan menghentikan sementara operasional dapur MBG yang bersangkutan.
Sampel makanan kemudian diuji di laboratorium oleh Dinas Kesehatan di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan, sementara Kepala SPPG dicopot untuk memudahkan proses investigasi.
"Setiap kejadian itu, satu dapurnya disuspend, kemudian makanannya itu kemudian dicek di lab oleh Dinas Kesehatan, di bawah pengawasan dari Kementerian Kesehatan, kita akan cari tahu gitu, kemudian KaSPPG-nya kami copot, dan kemudian kita investigasi, sebetulnya keracunannya karena apa," jelas Sudaryono di Kemenkes, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, setiap kasus keracunan merupakan kejadian yang fatal karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan para penerima manfaat, terutama anak-anak. Karena itu, BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap kasus keracunan sembari terus memperbaiki tata kelola keamanan pangan dalam program MBG.
Dari hasil evaluasi, BGN menemukan sejumlah bentuk ketidakpatuhan terhadap SOP. Salah satunya, proses memasak dilakukan lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan.
"Kami melihat beberapa sebab, ini kita ngomong lebih umum, ada yang misalnya SOP-nya, dia masaknya kecepatan. Kalau di Papua, kita lihat dari lock, lock dapurnya itu kan, kita ada sistem locknya, dia kapan persiapan, kapan nyacah, kapan dimasak, itu ada," ujar Sudaryono.
Ia menegaskan kedisiplinan dalam menjalankan SOP menjadi kunci menjaga kualitas dan keamanan pangan. BGN pun akan memperketat pengawasan terhadap seluruh proses operasional SPPG.
Baca Juga: MBG hingga Gaji ke-13 Dongkrak Belanja Pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Melambat
"Ini kan masalah kedisiplinan. Nah ini kita lagi cari formula. Kalau memang ada unsur-unsur lain, ya misalnya ada unsur kesengajaan, sabotase, dan lain-lain, kami tidak segan-segan untuk kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian, dan memang kalau ada, ya kita serahkan semua," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BGN Bongkar Pelanggaran SOP MBG, Dapur Kedapatan Memasak Terlalu Cepat
-
6 Sepatu Jalan dengan Desain Unik yang Tidak Pasaran, Nyaman Dipakai Seharian
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Hari Ini Naik: Antam Menguat, UBS Paling Tinggi
-
Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Apa Tema Hari Pramuka 2026? Ini Makna dan Filosofi Logo Resminya
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII
-
Fenomena 'Makan Tabungan', Potret Rapuhnya Ketahanan Kelas Menengah
-
Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai