- Bank Jago mengembangkan Aplikasi Jago yang menggunakan fitur Kantong untuk personalisasi pengelolaan keuangan nasabah hingga akhir 2025.
- Fitur Kantong Bersama, sering digunakan oleh Gen Z dan milenial, menunjukkan peningkatan pengelolaan keuangan kolaboratif yang transparan.
- Kantong Arisan, salah satu Kantong Bersama populer, mentransformasi arisan tradisional menjadi digital dengan iuran terjadwal dan aman.
Suara.com - Sebagai bank berbasis teknologi (tech-based bank), PT Bank Jago Tbk mengembangkan Aplikasi Jago (Jago App) yang dapat dipersonalisasi (personalized) sesuai kebutuhan masing-masing nasabah. Dalam mengelola kebutuhan-kebutuhan tersebut, Jago App menggunakan fitur Kantong (Pocket).
Sampai akhir 2025 Aplikasi Jago mencatatkan angka penggunaan aplikasi yang terus meningkat. Ini tercermin dari hampir 40 juta Kantong yang dibuat nasabah, dengan rata-rata 9,5 juta Kantong baru dibuat setiap tahunnya.
“Sebagai pelopor konsep Kantong, Bank Jago melihat Kantong bukan sekadar fitur, tapi sudah menjadi cara hidup bagi banyak nasabah dalam mengatur keuangan mereka," ujar Fikri Tegar Devaas Sulistiyaji, Head of Customer Research & Experience Bank Jago di Jakarta, Kamis (27/1/2026).
Dia menjelaskan, aplikasi Jago memiliki berbagai fungsi dan keunggulan yang dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan pengguna, seperti Kantong Bayar yang terhubung dengan kartu debit Visa untuk transaksi harian, hingga Kantong Nabung yang dilengkapi target, progres tabungan, dan fitur auto-budgeting.
Menurut Devaas, keberagaman jenis Kantong di Aplikasi Jago semakin menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan berbasis tujuan yang beragam dan bisa melibatkan banyak keluarga, kerabat, dan teman.
Keunikan yang dimiliki Kantong Jago adalah Kantong Bersama yang secara konkret menjadi alat pengelolaan keuangan bersama yang mengedepankan transparansi.
Hingga Desember 2025, jumlah Kantong Bersama yang dibuat pengguna Aplikasi Jago bertumbuh 87 persen secara tahunan.
Mayoritas atau sebanyak 85 persen pengguna Kantong Bersama adalah generasi Z dan milenial, dengan rentang usia 20–34 tahun. Komposisi gender relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan.
"Ini mencerminkan pengelolaan uang bersama orang terdekat meningkat dan semakin menjangkau generasi produktif dan digitally native,” tutur Devaas.
Baca Juga: Bank Mega Syariah: Tabungan Haji Kelompok Gen Z Tumbuh 39,1 Persen
Ia menambahkan, nasabah juga semakin matang dan terencana dalam memanfaatkan Kantong Bersama, terlihat dari nama dan peruntukannya, seperti untuk dana darurat. Salah satunya kebutuhan harian dan rumah tangga.
Kantong Arisan masuk dalam lima terbanyak jenis Kantong Bersama yang dibuat nasabah.
Kantong Arisan dirancang khusus untuk arisan digital dengan iuran terjadwal dan sistem kocok otomatis, di mana dana hanya dapat ditarik oleh pemenang sesuai giliran.
Sepanjang 2025, pembuatan Kantong Arisan juga meningkat, terutama dari sisi nominal yang bertumbuh 69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sekarang tradisi lokal dapat ditransformasi ke digital dengan praktis dan aman melalui Aplikasi Jago,” tegas Devaas.
Pengguna Kantong Arisan pun beragam, mulai dari komunitas terkecil dalam keluarga, hingga yang lebih besar seperti komunitas ibu rumah tangga, alumni, dan pekerja, menunjukkan fungsi fitur ini tidak hanya sebagai alat pengelolaan keuangan bersama, tetapi juga pengikat sosial dan komunitas.
Berita Terkait
-
Gen Z Bisa Miliki Rumah, Hunian Terjangkau Ini Jadi Alternatif di Tengah Harga Melambung
-
Aturan Baru Soal Akuntan Dinilai Buka Peluang Kerja untuk Gen Z
-
Cerita Pengguna Aplikasi Bank Jago yang Merasa Diberi Kemudahan Transaksi
-
ARTO Masuk Daftar Saham LQ45, Ini Kata Bank Jago
-
Kolaborasi dengan Bank Jago, Bibit Hadirkan Fitur Instant Redemption
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
5 Fakta Menarik Cheveyo Balentien: Pemain Jawa-Kalimantan yang Cetak Gol untuk AC Milan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
Terkini
-
Thomas Djiwandono Masuk BI Tapi Tak Ada Pengalaman Moneter: 1,5 Tahun Saya Wamenkeu, Silakan Lihat
-
Emas Antam Terperosok, Tapi Masih Dibanderol Rp 3,12 Juta/Gram
-
Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini
-
IHSG Anjlok, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri
-
Siapkan Dana Rp 5 T, Catat Jadwal BBCA Lakukan Buyback Saham
-
IHSG Rebound Pagi Ini, 500 Saham Menghijau
-
Melimpah di Gudang, Mahal di Piring: Mengapa Harga Beras RI Begitu Mahal?
-
Taspen Bayarkan Klaim Bagi Korban Pesawat ATR
-
Bos GoTo: Kalau Mitra Enggak Sehat, Bisnis Enggak Tumbuh!
-
Satgas PRR Turun Gunung, Percepat Pemulihan Infrastruktur di Aceh Timur & Utara