- Produktivitas petani sawit rakyat terhambat akibat minim literasi agronomi dan rentan memilih bibit berkualitas rendah.
- Program PERKASA TPAG meningkatkan kualitas agronomi petani melalui pelatihan praktik langsung identifikasi bibit dan pemupukan.
- Pelatihan PERKASA telah menjangkau petani di 69 desa, 10 kabupaten, disertai pendampingan rutin untuk memastikan penerapan teknik benar.
Suara.com - Produktivitas kebun sawit rakyat masih menghadapi tantangan serius. Minimnya literasi agronomi dan keterbatasan akses pendampingan teknis membuat banyak petani sawit rentan lakukan kesalahan, mulai dari pemilihan bibit hingga teknik perawatan tanaman.
Salah satunya, Bejo, petani sawit di Desa Suak Putat, Muaro Jambi, yang sempat tergiur membeli bibit sawit murah dengan janji panen cepat dan hasil berlipat. Namun keputusan tersebut justru menjadi penyesalan panjang.
"Pertama kali beli bibit itu yang abal-abal, jadi kini hasilnya sangat mengecewakan sekali," ujar Bejo seperti dikutip, Selasa (24/2/2026).
Kasus serupa bukan hal yang jarang terjadi di kebun sawit rakyat. Keterbatasan informasi dan minimnya pemahaman dasar agronomi membuat petani mudah percaya pada tawaran bibit murah tanpa sertifikasi jelas.
Padahal, kesalahan memilih bibit bisa berdampak pada produktivitas rendah selama puluhan tahun masa tanam.
Tantangan ini juga dialami Sumarni Ningsih, petani di Desa Long Tesak, Kutai Timur. Selama bertahun-tahun ia berkebun sawit hanya berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa benar-benar memahami teknik budidaya yang tepat.
"Saya dulu hanya ikut cara orang-orang sebelumnya. Tidak tahu apakah itu sudah benar atau belum," bebernya.
Kurangnya pemahaman tentang pemilihan bibit, pemupukan dengan dosis tepat, hingga pengendalian hama dan penyakit menjadi faktor yang kerap luput dari perhatian petani mandiri. Akibatnya, potensi hasil panen tidak optimal dan pendapatan pun stagnan.
Perubahan mulai dirasakan setelah Bejo dan Sumarni mengikuti pelatihan Perkasa (Petani Berkualitas dan Sejahtera), inisiatif TAP untuk Negeri dari PT Triputra Agro Persada Tbk. (TPAG). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas agronomi petani melalui pendekatan praktik langsung di lapangan.
Baca Juga: Petani Sawit Protes Penyitaan Kebun oleh Satgas PKH, Regulasi Diabaikan
Sekitar 60 persen sesi pelatihan difokuskan pada praktik, mulai dari mengidentifikasi bibit bersertifikat, teknik pemupukan yang benar, hingga cara panen yang tepat. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru dalam mengelola kebun secara presisi.
"Saya jadi memahami bahwa memilih bibit itu tidak boleh sembarangan dan kalau melakukan pemupukan perlu dosis dan cara yang tepat agar hasil panen bisa bagus. Semoga setelah melalui pelatihan ini dengan cara berkebun yang baik dan benar, kami bisa meningkatkan pendapatan," ungkap Sumarni.
Hingga akhir 2025, pelatihan PERKASA yang dimulai sejak akhir 2024 telah menjangkau petani mandiri di 69 desa pada 10 kabupaten di wilayah Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Program ini juga dilengkapi dengan pendampingan berkala untuk memastikan ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di kebun masing-masing.
Subeki, petani Desa Baung, Seruyan, Kalimantan Tengah, merasakan manfaat dari pendampingan tersebut, khususnya dalam praktik pruning atau pemotongan pelepah sebelum panen.
"Dulu saya pikir asal pelepah dipotong saja sudah cukup, namun setelah ikut pelatihan PERKASA, saya baru tahu kalau pruning itu ada aturannya dan sangat berperan penting untuk tumbuh kembang tanaman sawit serta kemudahan saat panen nanti. Tim dari perusahaan juga rutin datang untuk memantau dan memberikan masukan-masukan," pungkas Subeki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket
-
Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini