- Target bongkar raton 100 ribu ha tahun 2026 sulit tercapai akibat kendala bibit tebu.
- Realisasi di Jatim baru 5.629 ha, jauh di bawah target usulan 29.608 ha.
- Pemerintah diminta replikasi praktik petani Lumajang yang sukses kepras tebu berulang kali.
Suara.com - Target pemerintah untuk melakukan bongkar raton tebu seluas 100.000 hektare pada tahun 2026 dinilai menghadapi tantangan berat.
Meski program ini diproyeksikan sebagai tulang punggung swasembada gula nasional, realisasi di lapangan menunjukkan progres yang masih melambat, terutama di wilayah lumbung tebu seperti Jawa Timur.
Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, mengungkapkan bahwa Jawa Timur kembali menjadi tumpuan utama dengan target bongkar raton sebesar 70.000 hektare. Namun, data per akhir Desember 2025 menunjukkan capaian yang masih sangat minim.
“Merujuk data Direktorat Jenderal Perkebunan, hingga 26 Desember 2025 yang lolos bongkar raton 2026 di Jawa Timur baru mencapai 5.629 ha dari 29.608 ha usulan,” ujar Khudori, Jumat (2/1/2026).
Persoalan krusial yang membayangi ambisi ini adalah ketersediaan bibit tebu yang memadai. Tanpa pasokan bibit berkualitas dalam jumlah besar, peningkatan produktivitas melalui bongkar raton sulit dicapai secara maksimal.
Secara teoritis, riset menunjukkan bahwa penggantian raton disertai penerapan Good Agricultural Practices (GAP) mampu mendongkrak produktivitas secara fantastis, dari rata-rata 5 ton gula/ha menjadi hingga 20 ton gula/ha.
Namun, Khudori mengingatkan bahwa mereplikasi hasil riset ke skala nasional membutuhkan strategi komprehensif. "Meskipun menjanjikan, memperluas hasil ini menjadi perkebunan skala besar bukan hal mudah: perlu strategi, program, dan rencana aksi komprehensif," tambahnya.
Di tengah sulitnya mengejar target bongkar raton, Khudori menyarankan pemerintah untuk melirik alternatif lain, yakni optimalisasi teknik kepras tebu. Di Thailand, tebu yang dikepras lebih dari tujuh kali terbukti tetap memiliki produktivitas tinggi.
Praktik serupa ternyata sudah dilakukan secara mandiri oleh sejumlah petani di Lumajang, Jawa Timur. Mereka mampu melakukan kepras hingga 8-9 kali namun tetap menghasilkan lebih dari 100 ton tebu per hektare.
Baca Juga: Target Produksi Gula 3 Juta Ton Dinilai Ambisius
“Mengapa ‘praktik baik’ petani tebu di Lumajang ini tidak didalami kemudian ‘resep’-nya ditularkan ke petani lain?” pungkas Khudori. Optimalisasi praktik lokal ini dinilai bisa menjadi solusi cerdas untuk menjaga kestabilan pasokan tebu nasional tanpa harus bergantung sepenuhnya pada target bongkar raton yang sulit terpenuhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini