PNM Ajak Nasabah Mekaar Studi Banding, Dorong Inovasi Usaha Ultra Mikro

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Nasabah PNM Mekaar mengikuti Reward Studi Banding untuk mempelajari pengembangan produk dan mendapatkan inspirasi inovasi usaha ultra mikro. (Dok. PNM)

Suara.com - Keterbatasan pengetahuan dan akses terhadap inspirasi usaha masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha ultra mikro dalam mengembangkan bisnisnya.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berupaya menjawab tantangan itu melalui pemberdayaan berkelanjutan bagi nasabah yang tergabung dalam program PNM Mekaar.

Salah satu upaya dilakukan melalui Reward Studi Banding yang diikuti para Ketua Kelompok nasabah PNM Mekaar. Program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari praktik pengembangan usaha secara langsung dan mencari inspirasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Dalam studi banding di Solo, peserta mempelajari pengolahan singkong menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti slondok dan gemblong. Pengalaman belajar secara langsung diharapkan dapat membuka ide baru bagi peserta untuk mengembangkan usaha.

Program pemberdayaan PNM tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. PNM turut memperluas wawasan para pengusaha perempuan ultra mikro agar mampu melihat peluang dari lingkungan sekitar, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat daya saing usaha.

Direktur Utama PNM mengatakan pengalaman belajar secara langsung menjadi salah satu cara untuk membangun kapasitas usaha yang berawal dari dapur rumah tangga.

"Di bawah naungan Danantara, PNM terus memperkuat pelayanan yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan belajar dari praktik terbaik. Kami ingin setiap pengalaman yang diperoleh para nasabah mampu diterjemahkan dan diajarkan kembali ke anggota kelompoknya menjadi inovasi usaha yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga," ujarnya.

Dampak kegiatan ini dirasakan Dyah Wulandari, salah satu peserta studi banding. Setelah melihat proses pengolahan singkong menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, Dyah mendapatkan inspirasi baru untuk mengembangkan usahanya.

"Seneng, jadi tahu bahan baku yang selama ini ada di sekitar kita ternyata bisa diolah menjadi produk yang lebih menarik. Saya jadi tidak sabar mencoba hal baru dan mengembangkan usaha saya," ungkapnya.

Selain memperluas wawasan bisnis, kegiatan studi banding menjadi ruang bagi para peserta untuk memperkuat kolaborasi melalui berbagai aktivitas bersama. PNM melihat pemberdayaan tidak hanya dari bertambahnya pengetahuan, tetapi juga dari tumbuhnya jejaring, rasa percaya diri, dan keberanian perempuan ultra mikro untuk berinovasi.

Melalui berbagai program pemberdayaan, PNM terus menggabungkan pembiayaan dengan pengembangan kapasitas usaha. Pendekatan ini diharapkan membantu nasabah Mekaar mengembangkan usaha, lebih adaptif terhadap perubahan, dan meningkatkan daya saing untuk memperkuat ekonomi keluarga maupun masyarakat.***

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com