Kinerja Menteri Prabowo Paling Buruk: Pigai dan Dody Hanggodo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:42 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat merespons kabar reshuffle atau bakal dicopot Agustus 2026. (Suara.com/Novian)
  • Purbaya jadi menteri dengan kinerja paling positif, 43,5% mengenalnya.
  • Pigai dinilai terburuk dengan 51,8%, disusul Dody Hanggodo 48,5%.
  • Survei IPO melibatkan 1.200 responden dengan margin error ±2,90%.

Suara.com - Kinerja sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih masih menyisakan rapor merah. Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan adanya kesenjangan tajam dalam persepsi publik, dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sosok yang paling mendapat penilaian positif, sementara Menteri HAM Natalius Pigai dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo justru berada di posisi terbawah.

Dalam survei IPO, Purbaya menempati posisi teratas sebagai menteri yang dianggap bekerja dengan baik. Posisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tingkat popularitas dan persepsi kinerja masih menjadi faktor penting dalam membentuk penilaian publik terhadap para pembantu Presiden.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berada di urutan kedua dengan tingkat penilaian positif 33,5 persen. Sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyusul di posisi ketiga dengan 32,0 persen.

"Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketiga," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam konferensi pers di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).

Setelah tiga besar tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapat penilaian positif sebesar 30,9 persen. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berada di angka 26,5 persen, sedangkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh 25,3 persen.

Berikutnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mencatat penilaian positif 21,4 persen dan Menteri Luar Negeri Sugiono sebesar 20,8 persen.

Namun, angka tersebut merosot tajam pada sejumlah menteri lainnya. Menteri Agama Nasaruddin Umar hanya memperoleh penilaian positif 11,0 persen, disusul Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 10,5 persen.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bahkan hanya mendapat penilaian positif 6,1 persen. Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tercatat hanya memperoleh 3,0 persen.

Angka tersebut menjadi sinyal kurang menggembirakan bagi jajaran kabinet, khususnya bagi menteri yang memiliki tingkat pengenalan tinggi tetapi belum mampu mengonversinya menjadi penilaian kinerja yang kuat.

Purbaya bukan hanya unggul dalam persepsi kinerja. Menteri Keuangan tersebut juga menjadi sosok yang paling dikenal responden dalam survei IPO.

Sebanyak 43,5 persen responden menyatakan mengenal atau mengetahui nama Purbaya. Popularitas tersebut diikuti Teddy Indra Wijaya dengan 41,0 persen dan Bahlil Lahadalia sebesar 32,8 persen.

Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh tingkat pengenalan 30,4 persen dan Zulkifli Hasan sebesar 26,1 persen.

Kondisi ini memperlihatkan persoalan lain di tubuh kabinet: sejumlah menteri belum memiliki tingkat pengenalan publik yang kuat. Rendahnya popularitas berpotensi membuat kinerja maupun program kementerian sulit mendapat perhatian luas masyarakat.

Pigai dan Dody Hanggodo Masuk Zona Merah

Di tengah dominasi Purbaya pada kategori positif, dua nama justru mencatat penilaian negatif yang jauh lebih mencolok.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com