Insiden Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Aksi Boikot Produk OT Group Menggema, Apa Saja Produknya?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Logo Orang Tua Group. [OT.ID]
  • Kontroversi Newport memicu seruan boikot terhadap produk OT Group.
  • Publik mempertanyakan dalih aksi spontan dalam tantangan hafalan Al-Qur’an.
  • Sentimen negatif berisiko merembet ke merek lain milik OT Group.

Suara.com - Seruan untuk memboikot produk Orang Tua (OT) Group semakin menggema di media sosial. Kontroversi yang menyeret merek minuman beralkohol Newport di festival musik The Sounds Project memicu gelombang kemarahan publik dan berpotensi menjadi tekanan reputasi bagi salah satu perusahaan consumer goods besar di Indonesia.

Berdasarkan bahan dan rekaman yang beredar di media sosial, kontroversi bermula dari sebuah video yang memperlihatkan tantangan hafalan ayat suci Al-Qur’an di booth Newport dalam gelaran The Sounds Project 9 pada 7-9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta. Festival tersebut memang berlangsung pada tanggal tersebut dan menghadirkan ratusan penampil.

Dalam video berdurasi sekitar 45 detik yang ramai dibagikan, seorang pembawa acara di booth Newport terlihat mengajak pengunjung mengikuti tantangan. Seorang perempuan kemudian maju dan melafalkan Surat Ad-Duha menggunakan mikrofon di tengah suasana festival yang dipenuhi musik dan kerumunan.

Situasi menjadi sorotan karena, berdasarkan video yang beredar, setelah hafalan selesai peserta disebut menerima produk minuman beralkohol sebagai hadiah.

Yang membuat publik semakin geram adalah reaksi orang-orang di sekitar booth. Sejumlah orang yang mengenakan atribut Newport terlihat bersorak dan bertepuk tangan ketika peserta menyelesaikan hafalannya.

Kontroversi tersebut kemudian berkembang menjadi tudingan bahwa aktivitas itu bukan sekadar aksi spontan pengunjung.

Manajemen Newport disebut menjelaskan insiden tersebut sebagai “aksi spontanitas pengunjung yang merebut mikrofon.”

Namun, penjelasan tersebut justru memicu perdebatan baru.

Sejumlah pengguna media sosial membagikan potongan video dari sudut berbeda dan mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah aksi disebut spontan jika terdapat interaksi antara pembawa acara, peserta dan kru booth.

Publik juga menyoroti keberadaan hadiah yang disebut telah tersedia di area konter.

“Kalau benar spontan, kenapa hadiah sudah disiapkan?” menjadi salah satu pertanyaan yang ramai dilontarkan warganet.

Pertanyaan tersebut membuat kontroversi bergeser dari sekadar persoalan perilaku pengunjung menjadi isu mengenai bagaimana sebuah aktivitas promosi dirancang dan diawasi.

Apalagi, penggunaan ayat suci sebagai bagian dari tantangan untuk mendapatkan produk minuman beralkohol dianggap oleh sebagian publik sebagai tindakan yang tidak sensitif terhadap nilai keagamaan.

Permintaan maaf yang disampaikan pihak manajemen juga belum sepenuhnya meredam kemarahan publik.

Sebaliknya, video lama terus dipotong, diunggah ulang dan disebarkan melalui berbagai platform.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com