9 Saham Indonesia Dihapus dari MSCI, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan 1 BUMN Hilang Status

Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:35 WIB
Ilustrasi saham-saham masuk dan keluar list MSCI. [Suara.com/Hadi]
  • MSCI mengumumkan peninjauan indeks Agustus 2026 yang mengubah posisi sejumlah saham perusahaan Indonesia.
  • GOTO keluar dari MSCI Global Standard Index dan CPIN turun ke Global Small Cap Indexes.
  • Seluruh perubahan indeks berlaku efektif mulai 1 September 2026 setelah penutupan perdagangan bursa.

Suara.com - Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali  mengumumkan hasil August 2026 Index Review. Alhasil,  beberapa  saham Indonesia kembali mengalami perubahan posisi dalam MSCI Global Standard Indexes dan MSCI Global Small Cap Indexes.

Adapun, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) keluar dari kategori MSCI Global Standard Indexs. Sedangkan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun kelas dan dimasukkan dalam kategori MSCI Global Small Cap Indexes. 

Selain itu, ada sembilan saham Indonesia yang dicoret dari dafar Indeks MSCI Global Small Cap. Diantaranya adalah  saham PT Bank Jago (ARTO), PT Bukalapak (BUKA), Essa Industries Indo Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM).

Lalu, saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk ( RATU), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), Transcoal Pacific (TCPI), juga dikeluarkan dari daftar Indeks MSCI Global Small Cap. Dalam peninjauan kali ini, tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke MSCI Global Standard Indexes.  

Seluruh perubahan akan diterapkan setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026 atau efektif mulai 1 September 2026. Namun, MSCI memastikan Indonesia masih bersanding dengan China, India, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Thailand dalam kelas emerging markets untuk kawasan Asia Pasifik.

Ilustrasi IHSG. [ANTARA]

Sementara itu, perubahan  komposisi indeks MSCI juga terjadi di sejumlah negara lain. Di kawasan Asia Pasifik, China mencatat perubahan terbesar dengan 33 saham ditambahkan dan 32 saham dihapus. Sedangkan,  India membukukan empat penambahan dan tiga penghapusan saham.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com