Mendag Budi Minta UMKM Tak Keras Kepala Jual Produk yang Tak Laku: Jangan Ngotot!

Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:10 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso. Foto Fakhri-Suara.com
  • Mendag Budi meminta UMKM berhenti memaksakan produk yang tidak laku.
  • Pelaku usaha diminta membaca selera pasar dan beradaptasi dengan kebutuhan konsumen.
  • Pemerintah membuka akses pasar UMKM lewat program Produk Pilihan Busan.

Suara.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengingatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak keras kepala mempertahankan produk yang ternyata tidak diminati konsumen. Menurutnya, produk yang terus dipaksakan tanpa membaca kebutuhan pasar hanya akan membuat penjualan UMKM semakin sulit berkembang.

Pesan tersebut disampaikan Budi saat berdialog dengan pelaku UMKM dalam acara peluncuran program Akselerasi Produk Lokal Shopee di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Budi sempat menanyakan kondisi usaha salah seorang pelaku UMKM. Pelaku usaha tersebut mengaku penjualannya masih sepi meski telah mengikuti pelatihan barista dan mengembangkan produk kopi herbal.

Alih-alih meminta pelaku usaha terus mengembangkan produk yang sama, Budi justru meminta pelaku UMKM mengevaluasi apakah produk tersebut benar-benar sesuai dengan selera konsumen.

"Ibu harus bisa pelajari pasarnya maunya kayak apa. Jangan ngotot dengan produk Ibu kalau misalnya nggak laku. Maunya apa sih pasar itu dipelajari, Ibu sesuaikan. Ibu namanya adaptasi," kata Budi.

Menurut Budi, persoalan yang dihadapi UMKM bukan semata-mata kemampuan membuat produk. Produk yang bagus sekalipun berisiko sulit terjual apabila tidak sesuai dengan kebutuhan dan selera pasar.

Karena itu, pelaku UMKM diminta lebih jeli membaca perubahan permintaan konsumen sebelum menentukan produk maupun strategi penjualan.

Budi menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar produk lokal tidak berhenti hanya sebagai hasil produksi, tetapi benar-benar mampu diserap pasar.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong UMKM meningkatkan kualitas produknya. Produk lokal yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi dinilai dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan produk dalam negeri.

"Kalau kualitas teman-teman atau produk lokal ini bagus, itu juga bisa mendorong penggunaan produksi dalam negeri yang selalu kita gaungkan. Kalau produksi dalam negeri semakin banyak kita gunakan, itu bisa menekan untuk produk impor," ujarnya.

Pemerintah juga berupaya mengatasi persoalan akses pasar yang selama ini menjadi salah satu tantangan UMKM.

Salah satunya melalui program Produk Pilihan Busan, yang melakukan kurasi terhadap produk UMKM untuk kemudian membuka peluang masuk ke berbagai kanal penjualan.

Budi mengatakan produk yang lolos dalam program tersebut berpeluang memperoleh akses pasar melalui jaringan seperti Indomaret, Indogrosir, dan Point Coffee.

"Jadi sebenarnya tugas kami ini mencarikan pasar. Bapak Ibu membuat produk, kami bersama Shopee mencarikan pasar," kata Budi.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com