- Arus peti kemas IPC TPK tumbuh 8% menjadi 2,17 juta TEUs.
- Juli 2026 melonjak 13,7% menjadi 353.465 TEUs.
- Teluk Bayur mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 30,8%.
Suara.com - Kinerja operasional PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, arus peti kemas yang ditangani perusahaan tercatat mencapai 2.171.202 TEUs, tumbuh 8% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2.009.185 TEUs.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas bongkar muat di sejumlah terminal yang dikelola IPC TPK. Perusahaan menyebut capaian itu ditopang oleh optimalisasi layanan, efisiensi operasional, serta penguatan sinergi dengan para pengguna jasa.
“Capaian positif ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan IPC TPK dalam menjaga operational excellence serta memperkuat sinergi dengan para pengguna jasa,” ujar Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan.
Kinerja tersebut bahkan semakin menguat pada Juli 2026. Dalam satu bulan, arus peti kemas mencapai 353.465 TEUs, melonjak 13,7% dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebesar 310.846 TEUs.
Sejumlah terminal menjadi motor utama pertumbuhan pada Juli. Terminal Teluk Bayur mencatat kenaikan tertinggi sebesar 30,8%. Pertumbuhan kemudian diikuti Terminal Panjang sebesar 29,1%, Terminal Tanjung Priok 15,2%, dan Terminal Jambi sebesar 6%.
Lonjakan arus peti kemas tersebut menjadi sinyal positif bagi aktivitas logistik dan perdagangan melalui sejumlah pelabuhan yang berada dalam jaringan IPC TPK. Peningkatan volume juga menunjukkan pentingnya efisiensi layanan terminal dalam menjaga kelancaran distribusi barang.
IPC TPK mengatakan integrasi operasional dan efisiensi sistem kepelabuhanan terus diperkuat di seluruh wilayah kerja. Akselerasi pelayanan bongkar muat menjadi salah satu fokus perusahaan untuk menjaga kelancaran rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik Indonesia.
“Kami berharap pencapaian ini dapat terus menjadi pemicu semangat bagi seluruh tim IPC TPK untuk konsisten menjaga kualitas layanan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempertahankan tren kinerja positif,” kata Daniel.
Sebagai operator terminal petikemas, IPC TPK mengoperasikan jaringan layanan yang terintegrasi antarpelabuhan. Perusahaan merupakan salah satu Anak Usaha Level 2 PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
IPC TPK saat ini beroperasi di enam area kerja, yakni Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat, Pelabuhan Panjang di Lampung, Pelabuhan Palembang di Sumatera Selatan, Pelabuhan Teluk Bayur di Sumatera Barat, serta Pelabuhan Jambi di Jambi.