- CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan telah menata sekitar 260 dari 1.074 BUMN hingga 14 Agustus 2026.
- Danantara melakukan penutupan, divestasi, merger, likuidasi, dan konsolidasi untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas aset.
- Danantara menargetkan jumlah keseluruhan perusahaan BUMN dapat ditekan menjadi sekitar 200 badan usaha.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus melakukan penyerdahanaan pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan optimalisasi aset.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, dari total 1.074 perusahaan BUMN, pihaknya telah melakukan penataan terhadap sekitar 260 perusahaan melalui sejumlah aksi korporasi, mulai dari penutupan, divestasi, merger, likuidasi hingga konsolidasi vertikal.
"Per hari ini memang kita sudah menurunkan jumlahnya dari sekitar 260 perusahaan yang sudah kami tutup dengan divestasi, dengan kita melakukan merger, likuidasi, konsolidasi vertikal dan lainnya," kata Rosan dalam paparannya di Gedung DJP, Jumat ( 14/8/2026).
Rosan mencontohkan, salah satu langkah konsolidasi dilakukan terhadap perusahaan manajemen aset. Sebelumnya, masing-masing bank dan institusi keuangan di bawah BUMN memiliki perusahaan manajemen aset sendiri. Perusahaan-perusahaan tersebut kemudian digabungkan untuk menciptakan struktur yang lebih efisien.
Selain itu, konsolidasi juga dilakukan pada sektor rumah sakit dan perhotelan. Setelah proses penggabungan, Danantara kini mengelola portofolio sekitar 137 hotel.
"Kemudian juga kita terus menggabungkan baik itu rumah sakit, hospital, kurang lebih setelah kita gabungkan ini kita punya ada 137 hotel, kita juga kita gabungkan," ujar Rosan.
Selain itu, Danantara menargetkan jumlah perusahaan BUMN dapat ditekan menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir tahun ini.
"Tetapi memang ini harus kami akui pekerjaan yang tidak mudah dan sangat-sangat berat karena ini harus dilihat dari semua aspeknya. Tetapi ya ini memang target kami untuk streamlining sehingga kita bisa menciptakan efisiensi, kita bisa meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan aset-aset kita yang ada," kata Rosan.
Menurut Rosan, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya Danantara untuk menyederhanakan struktur perusahaan BUMN sekaligus meningkatkan pemanfaatan aset yang dimiliki negara.
Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek agar proses penataan perusahaan dapat berjalan secara optimal dan mendukung peningkatan kinerja BUMN secara keseluruhan.