- Presiden Prabowo Subianto mengarahkan dividen BUMN untuk menjalankan program hilirisasi guna menciptakan banyak lapangan kerja.
- Danantara telah memulai groundbreaking berbagai proyek hilirisasi sektor pertambangan dan pangan pada tahun 2026.
- Pemerintah berencana membeli perusahaan global untuk menguasai teknologi, manajemen, dan pasar guna memperkuat ekonomi nasional.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto berupaya memutar keuntungan BUMN atau dividen yang diarahkan untuk program hilirisasi. Sebab, hilirisasi dinilai banyak manfaatnya, baik dari sisi perekonomian sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Saat ini, Prabowo menyebut, lewat Danantara belasan program hilirisasi telah berjalan baik dari pertambangan maupun sektor pangan.
"Dengan Danantara kita sudah groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada tanggal 6 Februari 2026, dan 13 lagi proyek hilirisasi pada tanggal 29 April 2026," ujarnya dalam Sidang Tahunan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Adapun, proyek hilirisasi itu diantarantya, engolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, hingga pengolahan alumina menjadi aluminium.
"Menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah juga kita mulai," ucapnya.
Selain hilirisasi, Prabowo mengatakan Dividen BUMN juga akan digunakan untuk memperkuat sisi hulu atau upstreaming.
Strateginya dilakukan dengan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia. Melalui langkah tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya mendapatkan aset perusahaan, tetapi juga memperoleh teknologi, hak kekayaan intelektual atau intellectual property (IP), manajemen, pasar, hingga pengalaman.
"Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk kita bisa dapat teknologinya, kita bisa dapat IP-IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka, sehingga nanti ekonomi kita akan kuat,' bebernya.
Prabowo kemudian memberikan contoh pada sektor peternakan. Menurutnya, peningkatan produksi daging nasional membutuhkan ketersediaan sapi dalam jumlah besar.
Ia menilai penguasaan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk mempercepat peningkatan populasi ternak.
"Saudara-saudara, sebagai contoh untuk meningkatkan hasil daging kita, kita perlu sapi yang banyak. Ya dengan itu kita bisa mendapatkan teknologi kloning. Dengan kloning kita bisa memperbanyak kita punya ternak," pungkasnya.