Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani [Antara/Bayu Pratama S/nz]
  • Danantara Indonesia membangun Pusat Finansial Internasional Indonesia di Jakarta dan Bali untuk menarik minat investor.
  • CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan proyek ini berlandaskan Undang-Undang P2SK dan membutuhkan perencanaan infrastruktur yang matang.
  • Danantara mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga kondisi ekonomi agar penguatan sektor keuangan memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Suara.com - Danantara Indonesia memperkuat ekosistem keuangan dan menarik minat investor internasional ke Indonesia dengan kehadiran  Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Apalagi, lokasi PFII ini akan berpusat di Jakarta dan Bali. CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, keberadaan PFII telah memiliki landasan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). 

"Memang terima kasih ini atas dari Pak Menkeu dan Pak Menko Perekonomian sudah ada di dalam Undang-Undang P2SK. Kita sekarang untuk sementara ini agar ini bisa berjalan rencananya ada di Jakarta dulu, kemudian ada di Bali," ujar Rosan dalam paparannya di Gedung DJP, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Rosan, Danantara untuk sementara bakal membangun infrastruktur PFII, termasuk gedung dan berbagai sarana pendukung lainnya.

Wisma Danantara Indonesia. (Dok: Istimewa)

Namun, pembangunan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang agar PFII dapat memperoleh kepercayaan dari investor internasional maupun family office.

"Kita sekarang sedang menyiapkan bersama-sama dengan Pak Menteri Keuangan dan sementara ini kita sebetulnya hanyalah sebagai pembangun untuk infrastrukturnya, gedung dan sarana infrastruktur lainnya," imbuhnya.

Rosan menekankan pentingnya membangun struktur dan format PFII yang sesuai dengan standar internasional. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap PFII.

"Nah ini dia membutuhkan suatu perencanaan yang baik, yang matang sehingga keberadaan PFII ini benar-benar mendapatkan kepercayaan atau trust dari para investor, dari para family office," kata Rosan.

Rosan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, masyarakat hingga media, untuk bersama-sama menjaga kondisi ekonomi Indonesia tetap kondusif dan positif.

Menurut dia, kondisi ekonomi yang kondusif diperlukan agar berbagai upaya penguatan sektor keuangan dan investasi dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"Untuk kesempatan ini tentunya kami mengajak semua kepentingan pemerintah, industri, akademis, masyarakat dan media untuk agar kita bisa selalu menjaga ekonomi yang kondusif dan juga positif sehingga bisa memberikan dampak yang besar kepada seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com