Presiden Beberkan PFII: Lokasi di Jakarta, Bahasanya Inggris dan Kemungkinan Ada Hakim Asing

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengatakan kawasan investasi khusus PFII akan menggunakan bahasa Inggris dalam kontrak serta membuka peluang menghadirkan hakim asing di pengadilannya. [Antara]
  • Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia.
  • Kawasan investasi khusus tersebut akan menggunakan bahasa Inggris dalam kontrak serta membuka peluang menghadirkan hakim asing di pengadilannya.
  • Pemerintah memberikan berbagai fasilitas menarik bagi investor internasional dengan tetap menegakkan standar kepatuhan yang ketat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan dikembangkan lebih dulu di Jakarta. Ia juga mengungkapkan bahwa bahasa kontrak di PFII adalah Inggris dan membuka kemungkinan adanya hakim asing di pengadilannya kelak.

Setelah Jakarta, Bali akan menjadi lokasi PFII berikutnya dan tak tertutup kemungkinan wilayah strategis lainnya di Tanah Air akan menjadi tuan rumah bagi kawasan khusus investasi tersebut.

"Hari ini, saya umumkan rencana lokasi Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia, disingkat PFII. Kita telah tentukan lokasi sementara PFII di Jakarta dan begitu bisa kita buka juga PFII di Bali dan mungkin ada kawasan lain," ujar Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR RI Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, PFII akan menjadi wajah baru pusat keuangan Indonesia yang berorientasi pada investasi, teknologi finansial, arbitrase, hingga penyelesaian sengketa komersial dengan standar internasional.

Ia menjelaskan kelembagaan PFII akan terdiri atas Dewan Pertimbangan Dewan PFII, Lembaga Pengelola PFII, Lembaga Pengawas Jasa Keuangan PFII, Pengadilan PFII yang di bawah Mahkamah Agung dan Lembaga Arbitrase PFII.

Dalam kawasan tersebut, bahasa Inggris dapat digunakan sebagai bahasa kontrak. Pemerintah juga akan membuka peluang adopsi prinsip hukum komersial dan standar internasional untuk mendukung kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Selain itu, hakim ad hoc di Pengadilan PFII dapat berasal dari talenta hukum terbaik Indonesia maupun dunia.

Kegiatan yang dapat dikembangkan di PFII mencakup berbagai sektor jasa keuangan, seperti perbankan, asuransi, pasar modal, derivatif, bursa karbon, bullion, fintech, keuangan syariah, family office, treasury center, hingga manajemen investasi.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah fasilitas untuk meningkatkan daya tarik PFII bagi investor internasional, termasuk kepastian transfer dan repatriasi modal dan laba, fasilitas perpajakan untuk kegiatan yang memenuhi persyaratan, golden visa, serta pelayanan perizinan yang kompetitif

Meski memberikan berbagai kemudahan, Prabowo menegaskan pemerintah tetap akan menerapkan standar kepatuhan yang ketat. Ketentuan mengenai pencegahan pencucian uang, transparansi pemilik manfaat, kewajiban perpajakan, dan pertukaran informasi internasional tetap akan ditegakkan.

"Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia. Talenta terbaik bekerja di Indonesia dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia," pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com