- Bursa Efek Indonesia mencatat kinerja bervariasi dengan kenaikan kapitalisasi pasar menjadi Rp11.243 triliun pada 10–14 Agustus 2026.
- Indeks Harga Saham Gabungan serta rata-rata nilai, volume, dan frekuensi transaksi harian kompak mengalami penurunan selama periode tersebut.
- Investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp1,034 triliun pada akhir pekan perdagangan di Jakarta tersebut.
Suara.com - Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 10–14 Agustus 2026 ditutup dengan kinerja yang bervariasi. Kapitalisasi pasar meningkat, sementara sejumlah indikator perdagangan justru mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan BEI, kapitalisasi pasar naik 0,28 persen menjadi Rp11.243 triliun dari Rp11.212 triliun pada pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, secara keseluruhan, data perdagangan selama periode tersebut menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada sejumlah indikator utama pasar.
"Data perdagangan saham di BEI selama periode 10–14 Agustus 2026 ditutup dengan kinerja yang bervariasi," kata Kautsar dalam siaran pers BEI di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan sebesar 0,12 persen dan ditutup pada level 6.401,888, dibandingkan posisi 6.409,654 pada pekan sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian. Angkanya turun 1,07 persen menjadi Rp15,21 triliun dari Rp15,38 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian BEI turut merosot 14,86 persen menjadi 34,01 miliar lembar saham dari sebelumnya 39,95 miliar lembar saham.
Hal serupa terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian yang turun 9,67 persen menjadi 2,09 juta kali transaksi, dibandingkan 2,32 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, aktivitas investor asing masih dibayangi tekanan jual. Pada perdagangan terakhir pekan tersebut, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,034 triliun.
Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing telah membukukan nilai jual bersih sebesar Rp72,873 triliun.
Dengan demikian, meski kapitalisasi pasar BEI mengalami peningkatan sepanjang pekan ini, sejumlah indikator aktivitas perdagangan, mulai dari rata-rata nilai transaksi, volume transaksi, hingga frekuensi harian, tercatat melemah dibandingkan pekan sebelumnya.