- Kini, investasi emas dapat dimulai dari 0,1 miligram, sehingga konsistensi dinilai lebih penting daripada menunggu modal besar.
- Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD) memiliki underlying emas murni, dengan komposisi kas maksimal 5 persen.
- XGLD memungkinkan investor memantau pergerakan nilai portofolio selama jam perdagangan bursa dengan proses settlement T+1.
Suara.com - Investasi emas selama ini identik dengan kepemilikan emas fisik dalam ukuran tertentu, mulai dari 1 gram hingga puluhan gram. Namun, harga emas yang terus berada di level tinggi membuat sebagian masyarakat harus menunggu memiliki modal cukup sebelum mulai berinvestasi.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengubah cara masyarakat dalam membangun portofolio investasi. Investasi emas tidak lagi semata-mata ditentukan oleh besarnya modal awal, tetapi juga oleh konsistensi dalam mengalokasikan dana.
PT Indo Premier Investment Management (IPIM) bersama PT Indo Premier Sekuritas, menyarankan masyarakat untuk tidak perlu menunggu memiliki modal besar untuk berinvestasi emas.
Sebab, kini banyak platform yang mengakomodir masyarakat berinvestasi emas mulai dari 0,1 miligram. Salah satunya, Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD) melalui platform IPOT Fund.
"Melalui inovasi produk PFS XGLD ini batas modal besar itu runtuh. Siapa pun kini bisa mulai menabung emas hanya mulai dari 0.1 milligram (1 unit penyertaan), sebuah langkah kecil yang siap mengubah modal kecil menjadi pondasi kekayaan di masa depan," ujar Direktur PT Indo Premier Investment Management (IPIM) Noviono Darmosusilo di Jakarta, Selasa (18/8/206).
Dengan konsep tersebut, investor dapat mengubah pola pikir dalam berinvestasi emas. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mempertimbangkan berapa gram emas yang mampu dibeli, kini investasi dapat dimulai berdasarkan jumlah unit yang ingin dikumpulkan secara bertahap.
Pendekatan tersebut menempatkan konsistensi sebagai salah satu bagian penting dalam membangun portofolio investasi. Masyarakat tidak perlu menunggu hingga dana terkumpul untuk membeli emas fisik dalam ukuran tertentu.
XGLD sendiri memiliki underlying aset berupa emas murni dengan komposisi kas maksimal 5 persen. Aset emas yang menjadi underlying disebut terhubung dengan emas murni bersertifikat internasional LBMA atau SNI.
Selain itu, XGLD merupakan ETF emas berbasis syariah. Pengelolaan produk menggunakan akad Wakalah bil al-Ujrah, sementara transaksi emas fisik menggunakan Bai' al-Muthlaq dan mendapat pengawasan Dewan Pengawas Syariah. Produk tersebut juga berlandaskan Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VIII/2025.
Dari sisi transaksi, XGLD memungkinkan investor memantau pergerakan nilai portofolio selama jam perdagangan bursa. Produk tersebut juga memiliki proses settlement T+1.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan kehadiran XGLD dapat melengkapi portofolio investor karena emas dapat ditempatkan bersama instrumen investasi lainnya.
"Integrasi ini mengubah perjalanan finansial dari sekadar stock portfolio menjadi Multi-Asset Wealth Portfolio yang lebih aman dan teroptimasi,'" katanya.
Menurut bahan tersebut, ekosistem XGLD juga didukung oleh PT Indo Premier Investment Management sebagai pengelola investasi, PT Indo Premier Sekuritas sebagai dealer partisipan, serta IPOT sebagai platform digital bagi investor ritel.