- Koreksi harga emas global pada Senin di Jakarta membuka peluang investasi jangka panjang yang terjangkau.
- Galeri 24 menghadirkan program promo potongan harga khusus untuk pembelian emas batangan ukuran tertentu di seluruh outlet Indonesia.
- Investor dapat memanfaatkan momen penurunan harga dan promo untuk menambah kepemilikan aset logam mulia secara hemat.
Suara.com - Pergerakan harga emas yang tengah mengalami koreksi dinilai dapat menjadi momentum menarik bagi masyarakat yang ingin memulai maupun menambah investasi logam mulia.
Setelah sempat bergerak naik dalam beberapa waktu terakhir, harga emas kini menyesuaikan dengan dinamika pasar global sehingga berada pada level yang lebih terjangkau dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi investor, terutama yang memiliki tujuan investasi jangka panjang.
"Harga emas saat ini berada pada level yang lebih terjangkau dibandingkan beberapa bulan sebelumnya," ujar Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis, Ihdina Intri Rahma, di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Saat harga berada dalam fase koreksi, masyarakat dapat membeli emas dengan harga yang relatif lebih rendah sebelum kembali mengikuti pergerakan pasar.
Selain harga yang lebih kompetitif, masyarakat juga bisa memanfaatkan berbagai program promo untuk memperoleh nilai tambah saat berinvestasi emas.
Salah satunya ditawarkan oleh Galeri 24 melalui program Hemat 13K Tiap Gram, Khusus Emas 10 Gram. Promo tersebut memberikan potongan harga sebesar Rp13.000 per gram untuk setiap pembelian emas batangan ukuran 10 gram.
Dengan adanya promo tersebut, calon investor tidak hanya memperoleh keuntungan dari harga emas yang sedang mengalami penyesuaian, tetapi juga mendapatkan tambahan penghematan saat melakukan pembelian.
Promo berlaku di seluruh outlet Galeri 24 di Indonesia dan dapat digunakan untuk pembelian seluruh merek emas batangan (all flag). Namun, promo tersebut tidak dapat digabungkan dengan program promosi lainnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Bangkit! Naik Rp 7.000 per Gram Usai Anjlok Tajam Sehari Sebelumnya
Bagi investor yang berorientasi jangka panjang, fluktuasi harga emas merupakan hal yang wajar terjadi.
Karena itu, koreksi harga sering dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mulai membangun portofolio maupun menambah kepemilikan emas sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Momen Turunnya Harga Emas, Kesempatan Borong Investasi Jangka Panjang
-
The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II
-
Kepala BGN: MBG Bukan Makan Enak Gratis!
-
Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan
-
Berduka Atas Bentrokan di Matraman, Pramono Anung Minta Warga Tak Terpancing Disinformasi
-
Febrie Adriansyah Dituding Miliki Aset Kripto
-
Persija Jakarta Buka Suara Terkait Isu Pendaftaran IPO di Bursa Efek Indonesia
-
30 Tahun Kudatuli, Megawati: Republik Ini Dibangun dengan Air Mata, Darah dan Keringat!
-
Ramai Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Pilih Bungkam soal Kematian Sutrimo
-
Spekulasi Perry Warjiyo Mundur karena Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham