Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:31 WIB
Ilustrasi kasino. (Pixabay/Free-Photos)
  • Kasino Singapura berebut penjudi VIP dari China hingga Asia Tenggara.
  • Marina Bay Sands unggul, pendapatan kasino tembus Rp37,44 triliun.
  • Resorts World Sentosa tertekan jelang evaluasi lisensi kasino 2027.

Regulator Singapura saat ini masih mengevaluasi permohonan perpanjangan lisensi Resorts World Sentosa. Keputusan akan diumumkan sebelum lisensi tersebut berakhir pada Februari 2027.

Berbeda dengan pesaingnya, lisensi kasino Marina Bay Sands telah diperpanjang selama tiga tahun.

Genting Singapore mengatakan pada April lalu bahwa perusahaan terus menjaga komunikasi erat dengan regulator dan meyakini berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi siklus penilaian berikutnya.

Resorts World Sentosa juga menyatakan telah menambah berbagai atraksi dan pengalaman baru dalam 18 bulan terakhir, sekaligus meningkatkan layanan perhotelan dan penawaran permainan kasinonya.

Berebut Penjudi VIP China hingga Asia Tenggara

Pertarungan terbesar kedua kasino tersebut terjadi di segmen VIP. Para pemain kelas kakap menjadi rebutan karena meski jumlahnya lebih sedikit dibandingkan pemain umum, kontribusi mereka terhadap laba kasino jauh lebih besar.

Data riset DBS menunjukkan Resorts World Sentosa pernah menguasai pangsa pasar VIP lebih besar pada 2023. Namun, porsinya turun menjadi sekitar 20% pada kuartal I 2026 sebelum kembali meningkat menjadi sekitar 36% belakangan ini.

"Saya melihat mereka kalah dalam persaingan, bahkan kehilangan lebih banyak pangsa pasar," ujar Ben Lee, managing partner IGamiX, konsultan berbasis Makau.

Menurut Lee, Resorts World Sentosa masih kesulitan menandingi "pengalaman mewah" yang ditawarkan Marina Bay Sands kepada pelanggan VIP.

Untuk masuk klub VIP, pemain biasanya harus melakukan deposit atau membelanjakan setidaknya sekitar Rp1,39 miliar sebagai tahap awal. Setelah itu, mereka harus memenuhi akumulasi pengeluaran melalui taruhan dan permainan dalam periode tertentu.

Sebagai gantinya, anggota VIP mendapatkan akses ke ruang permainan pribadi, hotel gratis, fasilitas bersantap hingga undangan acara eksklusif. 

Persaingan mendapatkan pemain VIP semakin penting karena kasino Singapura sangat bergantung pada wisatawan asing sejak Resorts World Sentosa dibuka pada 2010.

Warga negara dan penduduk tetap Singapura bahkan dikenakan biaya masuk sekitar Rp2 juta per hari untuk masuk ke kasino. Sementara wisatawan asing dapat masuk secara gratis dengan menunjukkan paspor.

China menjadi salah satu pasar penting. Wisatawan dari China daratan dapat masuk ke Singapura tanpa visa, sementara sebagian penjudi kelas kakap memilih Singapura karena kekhawatiran mengenai privasi data pribadi jika berjudi di Makau.

Marina Bay Sands Unggul Fasilitas

Keunggulan Marina Bay Sands terlihat dari berbagai fasilitas yang ditawarkan kepada pelanggan kelas atas.

Klub VIP kasino tersebut memberikan berbagai fasilitas, mulai dari kamar suite dengan pelayan pribadi, tiket pertunjukan musikal hingga kredit makan di restoran.

Resor itu juga memiliki tiga menara hotel setinggi 57 lantai, museum seni dan pusat perbelanjaan yang menjadikannya bukan sekadar tempat perjudian.

Sejumlah pelanggan VIP Resorts World Sentosa sendiri disebut mengeluhkan kondisi infrastruktur yang dianggap tertinggal, respons manajemen terhadap masukan, hingga persoalan penukaran uang tunai dengan chip kasino.

Namun, Resorts World Sentosa mulai menunjukkan perlawanan. Kasino tersebut berhasil merebut kembali sebagian pangsa pasar VIP pada kuartal II 2026 setelah pendapatan VIP Marina Bay Sands mengalami penurunan.

Marina Bay Sands menyebut penurunan tersebut antara lain dipengaruhi pelanggan bernilai tinggi yang meninggalkan kasino untuk menonton Piala Dunia sehingga pengeluaran mereka di kasino ikut berkurang.

Dua Kasino Gelontorkan Investasi Jumbo

Pertarungan merebut penjudi kelas kakap dipastikan belum akan berakhir. Kedua kasino justru tengah menyiapkan investasi jumbo untuk memperkuat daya tarik masing-masing.

Resorts World Sentosa sedang menjalankan proyek perombakan senilai sekitar Rp121,39 triliun. Proyek tersebut mencakup pembangunan hotel mewah khusus suite, perluasan akuarium raksasa hingga penambahan wahana Super Nintendo World di Universal Studios Singapore.

Versi terbaru resor tersebut ditargetkan selesai pada 2030.

Sementara itu, Marina Bay Sands juga menggelontorkan investasi lebih besar, sekitar Rp142,61 triliun. Dana tersebut digunakan untuk proyek perombakan dan ekspansi yang mencakup pembangunan satu menara hotel baru setinggi 55 lantai serta arena hiburan langsung.

"Marina Bay Sands telah menjadikan propertinya lebih premium dan lebih menarik bagi pelanggan bernilai tinggi," ujar Vitaly Umansky, analis senior sektor gaming global di Seaport Research Partners.

Menurutnya, Resorts World Sentosa masih menghadapi tantangan besar untuk merebut kembali pangsa pasar yang telah hilang.

Esther Nadya

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com