- Terumbu karang menjadi habitat berbagai biota laut, menjaga keanekaragaman hayati, melindungi pantai dari abrasi, serta dapat menjadi sumber penghidupan dan ekonomi masyarakat pesisir.
- PTK tanam 512 fragmen terumbu karang, penanaman dilakukan di Pantai Pulisan dan Selat Lembeh yang berada di kawasan Coral Triangle, salah satu wilayah dengan kekayaan keanekaragaman hayati laut.
- Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan serta sejalan dengan prinsip ESG dan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs).
Suara.com - Ekosistem laut memang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir. Selain, cuan dari melimpahnya ikan, ekosistem laut seperti Terumbu karang juga bisa mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.
Vice President Legal & Relation PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) Amran Reza mengatakan, terumbu karang memiliki peran penting bagi ekosistem laut. Terumbu karang menjadi habitat bagi ribuan biota laut sekaligus bagian penting dalam siklus rantai makanan.
Selain menjaga keanekaragaman hayati, terumbu karang juga memiliki fungsi bagi masyarakat pesisir. Ekosistem tersebut dapat membantu melindungi pantai dari abrasi serta menjadi sumber penghidupan dan ekonomi masyarakat sejalan dengan meningkatnya jumlah hewan laut.
"Melalui langkah ini, PTK terus memperkuat perannya sebagai perusahaan maritim dengan layanan andal untuk mendukung industri maritim Indonesia, sekaligus merawat laut sebagai bagian dari masa depan Indonesia," ujarnya seperti dikutip Kamis (20/8/2026).
Dalam hal ini, PTK berupaya menjaga ekosistem laut dengan menanam 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara.
Penanaman terumbu karang dilakukan di Pantai Pulisan, Kabupaten Minahasa Utara, dan Selat Lembeh, Kota Bitung. Kedua lokasi tersebut berada di salah satu kawasan Coral Triangle dunia yang dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan keanekaragaman hayati laut.
Plt. Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi, mengatakan laut memiliki hubungan erat dengan kegiatan bisnis perusahaan yang bergerak di sektor maritim.
"Sebagai perusahaan yang tumbuh dan beroperasi di sektor maritim, laut bukan hanya menjadi ruang bagi aktivitas bisnis PTK, tetapi juga bagian dari kehidupan yang harus kita jaga bersama. Karena itu, menjaga keandalan layanan maritim perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan," ujar Eko.
Menurut Eko, upaya menjaga lingkungan juga perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah.
"Kami percaya, laut yang sehat akan memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi yang akan datang," imbuh Eko.
Program penanaman terumbu karang ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan serta sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs).