- Singkong Rp300/kg disulap jadi produk bernilai tinggi dan laris di pasar.
- Produksi naik dari 5 kg menjadi 1 kuintal per hari berkat pendampingan.
- Pendapatan petani dan ibu rumah tangga meningkat hingga dua kali lipat.
Suara.com - Siapa sangka singkong yang selama ini kerap dipandang sebagai komoditas bernilai rendah justru mampu menjadi sumber penghasilan bagi puluhan keluarga di desa. Hal itu dibuktikan Nurlaela, pelaku UMKM binaan Program Desa Emas hasil kolaborasi Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Inotek.
Berawal dari keprihatinannya melihat hasil panen petani yang sering tak terserap pasar dan hanya dihargai sekitar Rp300 per kilogram, Nurlaela mulai mencari cara untuk meningkatkan nilai jual singkong. Dari dapur rumahnya, ia bereksperimen mengolah singkong menjadi keripik presto dan mengembangkan nori berbahan daun singkong.
Inovasi tersebut ternyata mendapat respons positif dari pasar. Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi yang semula hanya sekitar 5 kilogram per hari kini melonjak hingga mencapai 1 kuintal per hari. Sementara produksi nori daun singkong juga terus bertumbuh.
Nurlaela mengaku perkembangan usahanya tak lepas dari dukungan Program Desa Emas yang memberinya berbagai pelatihan, mulai dari pengembangan produk hingga persiapan ekspor.
"Terima kasih Bapak Sandiaga Uno. Saya bersyukur sekali mendapatkan pelatihan dari nol sampai pelatihan ekspor, perbaikan kemasan, fotografi produk, desain kemasan baru hingga bantuan alat produksi. Alhamdulillah saya juga bisa ikut pameran di Jakarta dan bertemu banyak buyer. Sekarang konsumen dari luar kota juga semakin banyak yang membeli produk saya," ujar Nurlaela dalam keterangannya.
Tak hanya mendatangkan keuntungan bagi usaha yang dirintisnya, bisnis olahan singkong tersebut juga menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.
Melihat banyak ibu rumah tangga mengalami kesulitan ekonomi, Nurlaela membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Rejeki. Kelompok ini menjadi wadah pemberdayaan perempuan melalui pengolahan pangan berbasis bahan baku lokal.
Hasilnya, anggota KUB yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani dengan upah sekitar Rp20.000-Rp25.000 per hari kini bisa memperoleh penghasilan Rp50.000-Rp60.000 per hari dari aktivitas produksi keripik singkong dan nori daun singkong.
Tambahan pendapatan tersebut menjadi penopang ekonomi keluarga. Bahkan sebagian anggota mengaku penghasilan dari KUB membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga biaya pendidikan anak ketika pekerjaan suami sebagai buruh proyek atau pekerja serabutan sedang sepi.
Baca Juga: Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih
Dampak positif juga dirasakan para petani singkong. Meningkatnya kebutuhan bahan baku membuat KUB Sari Rejeki membeli hasil panen petani dengan harga sekitar Rp2.000 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp500 per kilogram.
Kenaikan harga jual itu membuat pendapatan petani meningkat sekaligus mendorong kembali minat masyarakat untuk menanam singkong sebagai komoditas unggulan desa.
Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan kisah Nurlaela menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
"Dari singkong dan daun singkong yang dulu dianggap biasa, kini tumbuh harapan baru bagi perempuan, petani, dan keluarga desa untuk meraih kehidupan yang lebih sejahtera," ujar Sandiaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor
-
Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI
-
Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih
-
Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja
-
Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit
-
Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI
-
Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal
-
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804