Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:14 WIB
Ilustrasi Kereta api. [ist].
  • Presiden Prabowo Subianto memerintahkan KAI untuk mengembangkan jalur kereta api baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.
  • Dirut KAI Bobby Rasyidin menyatakan di Jakarta pada Jumat bahwa pihaknya sedang melakukan studi kelayakan dan DED.
  • Proyek pertama yang didorong realisasinya masih dikaji berdasarkan berbagai faktor penting, termasuk masalah pembebasan lahan.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menyiapkan pengembangan jalur kereta api baru di sejumlah wilayah Indonesia. Tiga wilayah yang menjadi perhatian yakni Sumatra, Kalimantan, dan Bali.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pengembangan jalur kereta di tiga wilayah tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Presiden memerintahkan kami tiga hal, eh memerintahkan kami tiga wilayah: satu adalah Sumatea, kita sedang kerjakan Sumatera juga DED-nya (detail engineering and design), kemudian yang kedua Kalimantan, yang ketiga Bali," ujar Bobby di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin. (21/8/2026). [Suara.com/Fakhri]

Bobby mengatakan, KAI saat ini masih melakukan studi untuk menentukan jalur yang paling memungkinkan untuk direalisasikan terlebih dahulu.

Menurut dia, pembangunan jalur kereta baru membutuhkan kajian terhadap berbagai faktor. Salah satu yang menjadi pertimbangan utama adalah pembebasan lahan.

"Nanti kita lihat mana yang paling cepat, itu kita dorong dulu," ujarnya.

Bobby belum merinci wilayah mana yang akan menjadi proyek pertama yang direalisasikan. Ia mengatakan KAI masih melakukan kajian terhadap masing-masing wilayah.

"Trans Kalimantan kita, kita sedang selesaikan studinya juga," kata Bobby.

Ketika ditanya apakah pembangunan jalur kereta di Kalimantan akan lebih dulu diarahkan untuk mendukung kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bobby belum memberikan kepastian.

"Nanti kita lihat. Kan kalau yang namanya pembangunan jalur kereta baru ini banyak faktor-faktornya ya. Terutama juga faktor pembebasan lahannya," ungkapnya.

Bobby juga mengatakan KAI belum membicarakan keterlibatan investor dalam pembangunan jalur kereta di Kalimantan.

"Belum kita bicarakan. Belum," ucapnya.

Sementara untuk Bali, Bobby mengungkapkan kondisi lalu lintas di wilayah tersebut sudah cukup padat. Ia menyebut lalu lintas di Bali saat ini telah melampaui kapasitas.

"Kalau sekarang kan, sekarang kan udah, traffic-traffic-nya udah lebih dari kapasitasnya," pungkasnya Bobby.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com