- STM menyalurkan bantuan logistik senilai lebih dari Rp270 juta.
- Bantuan dikirim untuk korban gempa Flores yang menewaskan 91 orang.
- Logistik akan disalurkan ke 4 kabupaten terdampak di NTT.
Suara.com - PT Sumbawa Timur Mining (STM), pengelola eksplorasi tembaga Proyek Hu’u di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), turut ambil bagian dalam gerakan ESDM Siaga Bencana dengan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan yang diberikan STM mencakup kebutuhan sandang, pangan, dan papan dengan nilai logistik lebih dari Rp270 juta. Penyaluran ini menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap respons darurat sekaligus pemulihan masyarakat setelah gempa besar mengguncang sejumlah wilayah di Flores.
Gerakan ESDM Siaga Bencana merupakan aksi kolektif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama perusahaan-perusahaan pertambangan di Indonesia untuk memperkuat penanganan bencana di berbagai wilayah terdampak.
Gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores pada Sabtu (15/8). Berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (23/8), rangkaian gempa tersebut, termasuk ribuan gempa susulan, telah menyebabkan 91 orang meninggal dunia dan sekitar 161 ribu orang mengungsi.
Sebagai bentuk kepedulian, STM mengirimkan dua truk bantuan dari Kota Mataram, NTB. Bantuan tersebut kemudian dikumpulkan di Posko AJU-I Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Logistik yang dikirim meliputi pakaian untuk orang dewasa dan anak-anak, popok bayi, susu, makanan kaleng, obat-obatan, terpal hingga matras. Berbagai kebutuhan tersebut disiapkan untuk mendukung masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.
Tenaga Ahli BNPB sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Mochammad Luthfie Beta, menerima langsung bantuan logistik dari STM pada Minggu (23/8).
Menurut Luthfie, jenis bantuan yang diberikan STM telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim BNPB untuk memastikan bantuan tersebut dapat segera disalurkan.
“Yang disiapkan oleh PT Sumbawa Timur Mining sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Luthfie.
Dia menjelaskan, kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana antara lain makanan, tenda untuk tempat beristirahat warga, kebutuhan dapur umum, serta perlengkapan untuk mendukung perawatan pasien.
Bantuan STM nantinya akan didistribusikan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Penentuan titik distribusi akan dilakukan berdasarkan informasi kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Jadi ada empat kabupaten. Nanti masing-masing PIC akan menentukan dan mencari informasi ke mana saja kira-kira titik-titik pendistribusian,” katanya.
Untuk wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, BNPB juga menyiapkan opsi distribusi melalui jalur udara agar bantuan dapat tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Head of Communications STM Cindy Elza mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas perusahaan terhadap masyarakat di kawasan Nusa Tenggara.
“STM adalah bagian masyarakat dari Kepulauan Nusa Tenggara. Kami mencoba untuk turut hadir saat saudara-saudara kami di sana memerlukan bantuan,” kata Cindy.