Pertalite Jebol Diburu Pengguna Peralihan Pertamax, Tapi Stok Diklaim Aman

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52 WIB
Pengendara melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Pertamina, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • BPH Migas mencatat kenaikan konsumsi Pertalite karena kenaikan harga Pertamax pada 10 Juni 2026.
  • Rapat Dengar Pendapat di Jakarta pada Rabu (26/8/2026) mengungkapkan peningkatan konsumsi Pertalite mencapai 12,92 persen pada Juli 2026.
  • Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan kuota Pertalite 2026 tetap aman dengan realisasi 18,23 juta KL.

Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat adanya lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite (RON 90). Kenaikan ini dipicu oleh perubahan konsumsi masyarakat usai naiknya harga BBM non-subsidi seperti Pertamax series.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas menjelaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax yang dimulai pada 10 Juni 2026 memperlebar disparitas harga dengan Pertalite. Kondisi ini membuat sebagian pengguna Pertamax beralih ke BBM kompensasi negara.

"Grafik menunjukkan adanya pergerakan harga BBM khususnya RON 90 Pertalite, ini konsumsinya cukup lumayan naik pasca-adanya kenaikan harga BBM non-subsidi, baik itu Pertamax maupun Pertamax Turbo," ujar Wahyudi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu (26/8/2026). 

Pengendara mengisi bensin untuk kendaraannya di SPBU Pertamina, kawasan Palmerah, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Berdasarkan data monitoring BPH Migas, rerata penyaluran harian Pertalite semula berada di angka 75.795 kiloliter (KL) per hari.

Pada periode awal pasca-kenaikan harga Pertamax  pada 10 Juni hingga 1 Juli 2026, konsumsi harian Pertalite naik sebesar 9,19 persen  atau bertambah sekitar 6.965 KL per hari.

Tren kenaikan tersebut semakin tajam pada periode 1 hingga 31 Juli 2026, di mana rerata konsumsi harian Pertalite melambung hingga 12,92 persen dengan selisih kenaikan mencapai 9.794 KL per hari dibanding kondisi awal. Dampaknya, rerata penyaluran harian Pertalite melonjak menjadi 84.368 KL.

Meski demikian, Wahyudi menyatakan bahwa total kuota Pertalite untuk tahun 2026 dipastikan masih aman.

Dari prognosa alokasi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite sebesar 29,27 juta KL pada 2026, realisasi hingga pertengahan tahun ini berada di angka 18,23 juta KL.

"Posisi Pertalite juga cukup aman," kata Wahyudi.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com