- Mata uang rupiah dibuka menguat ke level Rp17.689 per dolar AS pada hari Jumat, 28 Agustus 2026.
- Penguatan nilai tukar rupiah tersebut didorong oleh faktor domestik berupa meredanya aksi demonstrasi mahasiswa kemarin.
- Sebagian besar mata uang Asia bergerak bervariasi dengan won Korea Selatan mencatat penguatan tertinggi di kawasan.
Suara.com - Rupiah berbalik menguat di pasar keuangan. Adapun, dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada pagi hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Jumat 28 Agustus 2026 dibuka ke level Rp17.689 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 55 poin atau turun 0,31 persen pada hari sebelumnya yang ada di Rp17. 774 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan ini disebabkan oleh sentimen domestik. Lantaran, meredanya aksi demo pada hari ini.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS menyusul berakhirnya demo mahasiswa kemarin," katanya.
Namun penguatan diperkirakan terbatas, dengan investor cenderung wait and see. Lantaran menantikan pidato Warsh di Jakson Hole terhadap ekonomi Indonesia.
" Pergerakan rupiah ada di kisaran Rp17.700- Rp17.800," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia cenderung bervariasi. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,34 persen.
Selanjutnya ada dolar Taiwan yang terkerek 0,23 persen dan ringgit Malaysia menanjak 0,14 persen. Disusul, dolar Singapura yang menguat tipis 0,06 persen terhadap the greenback.
Sedangkan, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,51 persen. Berikutnya baht Thailand tertekan 0,22 persen dan yen Jepang terkoreksi 0,03 persen.
Lalu ada yuan China yang turun 0,02 persen Kemudian ada dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,01 persen di pagi ini.