Andalkan AI Benahi Desil, Luhut: Orang Tak Bisa Sembunyikan Data Lagi

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:40 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. [Suara.com/Fakhri]
  • Pemerintah akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk memperbaiki data desil masyarakat yang masih berantakan.
  • Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hal tersebut di Jakarta pada hari Jumat, 28 Agustus 2026.
  • Integrasi data melalui kecerdasan buatan ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat menjadi lebih adil.

Suara.com - Pemerintah akan menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membereskan data desil masyarakat. Pasalnya, data kategori desil masyarakat masih berantakan dan tidak sesuai kondisi perekonomian.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, menjamin dengan adanya AI ini data desil masyarakat akan diperbaiki.

"Kita akan terus perbaiki nanti dengan AI ini. Karena pertukaran data antar Kementerian dan Lembaga itu jalan, mestinya nanti akan diperbaiki,"ujar Luhut di Jakarta Investment Festival 2026, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Ilustrasi desil 1-10 (ChatGPT)

Luhut menjelaskan, lewat AI semua data-data Kementerian/Lembaga hingga pemerintah daerah bisa terhubung. Sehingga, tidak ada lagi data yang salah dalam penentuan desil.

"Jadi Anda nanti bisa tes sendiri siapa kali ada yang mau mendaftar masuk Bansos, silahkan. Akan bisa ditolak atau bisa diterima," bebernya.

Mantan Menko Maritim dan Investasi ini menuturkan, masyarakat juga tidak bohong soal kondisi perekonomian, karena datanya terintegrasi lewat AI.

"Lagi kita lihat, lagi-lagi dengan AI ini saya kira akan lebih banyak keadilan. Karena orang tidak bisa sembunyi data lagi," katanya.

Namun, Luhut kini meminta masyarakat untuk segera mendafar jika memang layak mendapatkan bantuan sosial (Bansos).

"Yang merasa qualified untuk mendaftar bansos karena penghematan luar biasa sehingga saya pikir tidak tertutup kemungkinan Presiden menambah nanti cash transfer karena kita ujung-ujungnya tidak akan lagi nanti memberikan subsidi kepada produk," ucapnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com