- BUMN dituntut turun langsung ke tengah masyarakat.
- Insan BUMN diminta tak hanya mengejar kinerja, tapi juga manfaat bagi rakyat.
- Relawan BUMN turun langsung membantu pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan UMKM.
Suara.com - Tugas insan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternyata tak berhenti pada upaya membangun perusahaan yang sehat dan mencetak kinerja bisnis yang baik. Mereka juga dituntut turun langsung ke tengah masyarakat dan memastikan kehadiran BUMN memberikan manfaat nyata.
Pesan tersebut terlihat dalam pelaksanaan Program Relawan Bakti BUMN 2026 yang digelar serentak pada 16-19 Agustus 2026. Program tahunan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) itu melibatkan 110 relawan dari 21 perusahaan BUMN di 11 lokasi di Indonesia.
PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo menjadi salah satu BUMN yang terlibat dalam program tersebut. Tak tanggung-tanggung, Askrindo menjalankan dua peran sekaligus.
Di Langowan, Sulawesi Utara, Askrindo berperan sebagai penyelenggara yang memastikan seluruh kegiatan berjalan di lapangan. Pada saat yang sama, perusahaan juga mengirimkan relawan untuk berpartisipasi di Lampung Selatan dan Ruteng, Nusa Tenggara Timur.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan keterlibatan langsung insan BUMN di tengah masyarakat menjadi semangat yang perlu terus dibangun.
"Saya bangga melihat para insan BUMN yang bersedia turun langsung, tinggal dan bekerja bersama masyarakat di berbagai daerah. Semangat seperti inilah yang ingin terus kita tumbuhkan di lingkungan BUMN. Di samping menjalankan tugas untuk membangun perusahaan yang sehat dan berkinerja baik, insan BUMN juga harus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Dony.
Menurutnya, kehadiran pegawai BUMN di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk memperkuat hubungan antara perusahaan pelat merah dan masyarakat yang dilayaninya.
Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata mengatakan pengalaman berinteraksi secara langsung dengan masyarakat menjadi inti dari program Relawan Bakti BUMN.
"Melalui Relawan Bakti BUMN, para pegawai BUMN turun langsung, berinteraksi, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat. Pengalaman ini penting untuk menumbuhkan kepedulian dan memperkuat semangat gotong royong, sekaligus memastikan BUMN benar-benar hadir dan relevan bagi masyarakat," kata Tedi.
Di Langowan, Sulawesi Utara, para relawan tidak hanya datang untuk menjalankan agenda seremonial. Selama empat hari, mereka tinggal dan beraktivitas bersama warga.
Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari mendampingi proses belajar anak-anak, mendukung layanan kesehatan dasar, kegiatan lingkungan, hingga membantu penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Bagi Askrindo, pengalaman tersebut memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Direktur Kepatuhan, SDM & Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso mengatakan kebutuhan masyarakat sering kali terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak yang sangat mendasar.
"Kalau sudah berada di tengah masyarakat, kita jadi melihat langsung bahwa kebutuhan mereka itu sederhana, tapi sering kali sangat mendasar. Dari situ juga terasa bahwa kehadiran BUMN itu bukan hanya soal program, tapi tentang bagaimana kita bisa benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat," ujar Mahelan.
Ia menegaskan Askrindo tidak ingin keterlibatannya berhenti pada urusan mengoordinasikan program.