Petani Makin Sejahtera! NTP Agustus 2026 Capai 129,19 Ditopang Sawit hingga Ayam Ras

Selasa, 01 September 2026 | 12:37 WIB
Ilustrasi petani. Foto: Dua orang petani sedang beraktivitas di lahan pertanian. (Foto: Pexels/Danang DKW)
  • Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani nasional naik 1,05 persen menjadi 129,19 pada Agustus 2026.
  • Kenaikan NTP nasional dipicu oleh indeks harga yang diterima petani meningkat lebih tinggi daripada harga yang dibayar.
  • Hampir seluruh subsektor pertanian dan perikanan mencatatkan kinerja positif, kecuali hortikultura yang mengalami penurunan.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 berada di level 129,19. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1,05 persen dibandingkan Juli 2026, yang menandakan adanya peningkatan daya beli dan tingkat kesejahteraan petani secara umum.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa penguatan NTP ini dipicu oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani yang lebih tinggi dibandingkan dengan indeks harga yang harus dibayar petani.

"Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,14 persen, lebih tinggi kenaikannya dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani yang naik sebesar 0,09 persen," ujar Ateng dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Selasa (1/9/2026).

Menurut Ateng, kenaikan indeks harga yang diterima petani secara nasional pada periode Agustus 2026 didorong oleh beberapa komoditas utama antara lain gabah, kelapa sawit, karet, serta ayam ras pedaging.

Secara sektoral, hampir seluruh subsektor pertanian mencatatkan kinerja positif dan mengalami kenaikan NTP pada bulan ini. Begitu pula pada sektor kelautan dan perikanan, Nilai Tukar Perikanan (NTPi) turut menguat 0,69 persen, yang disokong oleh kenaikan nilai tukar nelayan (0,50 persen) dan pembudidaya ikan (0,99 persen).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers virtual yang disiarkan YouTube BPS, Selasa (1/9/2026). [Screenshot YouTube]

Kendati demikian, BPS memberi catatan pada subsektor hortikultura yang menjadi satu-satunya subsektor dengan tren penurunan. NTP hortikultura terkoreksi sebesar 2,84 persen akibat penurunan harga komoditas seperti bawang merah, tomat, dan kol/kubis.

Meski terdapat penurunan pada hortikultura, secara keseluruhan marjin harga yang diterima petani secara nasional masih tumbuh positif di atas biaya konsumsi dan produksi mereka.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com