- ESDM petakan 250+ bendungan untuk PLTS terapung berpotensi 43 GW.
- Target PLTS 100 GWp dipercepat menjadi 2026-2028.
- Waduk Saguling jadi proyek awal, perizinan dan transmisi dikebut.
Suara.com - Pemerintah mulai membidik permukaan bendungan sebagai lahan baru untuk mengejar ambisi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut pengembangan PLTS dalam program percepatan 100 GWp tidak akan hanya mengandalkan lahan darat. Pemerintah juga tengah memetakan potensi pemasangan PLTS terapung (floating PLTS) di sejumlah bendungan milik pemerintah.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, Kementerian ESDM bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengidentifikasi lebih dari 250 bendungan di seluruh Indonesia yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan PLTS terapung.
"Kalau dengan Kementerian PU, bendungan yang sudah bisa dimanfaatkan, total ini bendungannya diidentifikasi oleh Kementerian PU lebih dari 250 bendungan seluruh Indonesia. Luasnya signifikan, dan potensi dari bendungan tadi ada sekitar 43 gigawatt," ujar Yuliot dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Artinya, potensi kapasitas PLTS yang bisa dikembangkan dari permukaan bendungan tersebut mencapai sekitar 43 GW. Angka itu menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah mengejar target PLTS 100 GWp yang kini dipercepat dari semula empat tahun menjadi hanya tiga tahun, yakni sepanjang 2026-2028.
Meski demikian, pemerintah belum serta-merta mengembangkan seluruh potensi tersebut. ESDM bersama kementerian terkait masih harus melakukan kajian untuk memastikan aspek teknis maupun keekonomian setiap proyek.
"Ini tentunya kita akan melakukan kajian, baik dari sisi keekonomian maupun dari sisi teknis," kata Yuliot.
Dari ratusan bendungan yang telah dipetakan, pemerintah kini memilih Waduk Saguling, Jawa Barat, sebagai salah satu proyek yang akan dipacu lebih dahulu.
Menurut Yuliot, pemerintah tengah mengejar penyelesaian berbagai persyaratan agar pembangunan PLTS terapung di Saguling dapat segera direalisasikan. Tidak hanya perizinan, pemerintah juga harus memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, terutama jaringan transmisi.
"Dalam waktu dekat yang bisa kita lakukan percepatan itu adalah untuk PLTS floating di Saguling. Itu juga kita mau menyelesaikan perizinan dan juga berbagai infrastruktur terkait dengan transmisinya," jelasnya.