- Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan penyebab keluhan masyarakat terkait ketidaksesuaian peringkat desil dalam DTSEN.
- Integrasi berbagai sumber data kementerian dan lembaga menyebabkan lonjakan data sehingga memerlukan verifikasi dan validasi bertahap oleh BPS.
- Pemerintah membuka ruang diskusi terbuka bagi masyarakat dan akademisi untuk berpartisipasi memperbaiki data tersebut.
Suara.com - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjelaskan persoalan di balik munculnya keluhan masyarakat yang merasa peringkat desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.
Menurut Gus Ipul, persoalan tersebut tidak serta-merta berarti Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui adanya kesalahan dalam menentukan peringkat desil.
Namun, ia mengungkap proses integrasi berbagai sumber data dapat menimbulkan perubahan atau lonjakan yang kemudian masih perlu diverifikasi dan divalidasi.
"Sebenarnya tidak mengakui, tapi memang BPS memiliki prosedur untuk melakukan verifikasi dan validasi secara bertahap terhadap semua data yang dikumpulkan dari kementerian dan lembaga," kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Ia kemudian menjelaskan bahwa DTSEN tidak dibangun hanya dari satu sumber data.
Sejak pemerintahan sebelumnya, tahap awal penyusunan itu didasari terdapat tiga sumber utama yang menjadi bahan baku data. Yakni data Kemensos, Kemenko PMK, Bappenas, serta BKKBN yang saat ini telah menjadi Kementerian Dukbangga.
"Dalam rangka untuk integrasi data ini kadang-kadang ada lonjakan-lonjakan gitu yang perlu dilakukan verifikasi dan validasi," lanjut Gus Ipul.
Pernyataan tersebut muncul ketika keluhan mengenai peringkat desil DTSEN tengah ramai disampaikan masyarakat.
Sejumlah warga mengaku heran setelah mengecek status desil mereka dan mendapati peringkat yang dianggap tidak menggambarkan kondisi ekonomi sebenarnya.
Baca Juga: Panas! Gus Ipul 'Semprot' Cak Imin: Kenapa Urusan NU Direduksi Jadi Urusan PMII dan HMI?
Di Bandung, misalnya, sejumlah warga bahkan mengaku kaget setelah tercatat dalam desil 10.
Karena itu, Gus Ipul mengatakan proses verifikasi dan validasi tetap diperlukan untuk memastikan data yang digunakan dalam pemeringkatan semakin menggambarkan kondisi masyarakat sebenarnya.
Ia juga mengatakan pemerintah membuka ruang bagi masyarakat, akademisi, dan berbagai pihak untuk ikut memberikan masukan dalam proses perbaikan data.
"Termasuk harapan untuk bisa berdiskusi secara terbuka dengan pakar-pakar, dengan akademisi. Dan BPS sudah menyampaikan bersama kami, kami terbuka dan kami ingin undang semuanya untuk ikut berpartisipasi dalam memperbaiki data ini," kata Gus Ipul.
Berita Terkait
-
Banyak Keluhan soal Desil DTSEN, Gus Ipul Akui Ada Masalah di Lapangan
-
Bawa-bawa HMI dan PMII, Gus Ipul Curiga Kritik Cak Imin ke PBNU Demi Kepentingan Sesaat
-
Panas! Gus Ipul 'Semprot' Cak Imin: Kenapa Urusan NU Direduksi Jadi Urusan PMII dan HMI?
-
Mengenal Desil 1 sampai 10: Penentu Nasib Bansos dan KIP Kuliah yang Sering Salah Sasaran
-
Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Bisa Ajukan Perubahan Data
Terpopuler
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Review Kimi ni Todoke Live Action: Kisah Cinta yang Tumbuh dari Ketulusan
-
Jam Berdenting dan Suara Nyanyian
-
Terungkap Menu Mewah Prabowo di Vladivostok: Iga Sapi, Scallop hinga Wine Chardonnay
-
Dirut Bulog dan Menko Pangan Pastikan Bantuan Pangan Jangkau Masyarakat hingga Timur Indonesia
-
Film The Runner Hanya Raih Skor 9%, Jadi Film Terburuk Gal Gadot
-
Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
-
Dari Akihabara ke Jakarta: Mengintip Uniknya Budaya Maid Cafe yang Lagi Naik Daun
-
Tabung Isi Obat Maag Dituding Cairan Merica, Polda DIY: Sejak Awal Kami Pakai Diksi 'Diduga'
-
Prabowo Sebut Kota di Rusia Ini Dekat dengan Rumahnya, Yang di Hambalang atau Kertanegara 4?
-
2 Rekomendasi Smartwatch dengan Fitur ECG EKG dan Pemantau Tekanan Darah, Akurat