Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia

Kamis, 03 September 2026 | 16:17 WIB
Menteri Perdagangan Budi Susanto menerima kunjungan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Dhani di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Dhani menyatakan negaranya mengalami defisit perdagangan dengan Indonesia.
  • Malaysia mencatat surplus perdagangan sebesar 300 juta dolar AS terhadap Indonesia dalam enam bulan pertama tahun ini di Kantor Kementerian Perdagangan.
  • Menteri Perdagangan Budi Susanto menegaskan Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat lima poin kerja sama perdagangan bilateral.

Suara.com - Indonesia masih menang dalam hal perdagangan dengan negara tetangga, Malaysia. Hal ini tercermin dari nilai perdagangan Indonesia yang selalu surplus dengan negeri jiran itu.

Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Dhani, mengatakan selama ini negaranya sering melakukan impor barang dari Indonesia. Sehingga, hal ini membuat neraca perdagangan Malaysia tekor.

Ia memaparkan, total perdagangan antar kedua negara mencapai 114 miliar ringgit atau setara 28 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, Malaysia mengimpor dari Indonesia sebesar 62,6 miliar ringgit, atau sekitar 15,7 miliar dolar AS.

Sementara itu, ekspor Malaysia ke Indonesia mencapai 51 miliar ringgit, atau sekitar 12,8 miliar dolar AS.

"Jadi, secara keseluruhan, Pak Budi memiliki surplus perdagangan dengan kami sekitar 11,4 miliar ringgit. Jadi, kita perlu melakukan lebih banyak hal agar kita bisa mengurangi kesenjangan tersebut," ujarnya, di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (3/9/2026).

Aktivitas ekspor-impor. [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun, Johari mengungkapkan, keadaan itu pada tahun ini berubah. Setelah pada tahun ini, neraca perdagangan Malaysia surplus terhadap Indonesia.

Akan tetapi, surplus itu masih belum seberapa dibandingkan perdagangan sebelumnya.

"Saya baru diberitahu oleh Pak Budi bahwa untuk tahun ini, Malaysia baru mencatat surplus sekitar 300 juta dolar AS. Baru enam bulan, surplus kami sekitar 300 juta dolar AS, tetapi tahun lalu kami sudah mengalami defisit sebesar 11,4 miliar ringgit," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan, Budi Susanto, mengatakan Indonesia tetap akan melakukan kerja sama perdagangan, meski saat ini mengalami surplus terhadap Malaysia.

Setidaknya ada 5 poin kerja sama perdagangan dengan Malaysia diantaranya:

  1. Kedua negara memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi bilateral antara Indonesia dan Malaysia, termasuk melalui berbagai mekanisme bilateral yang relevan.
  2. Keuda Negara memastikan implementasi Perjanjian Perdagangan Perbatasan (Border Trade Agreement) berjalan secara efektif, sekaligus melanjutkan upaya untuk memfasilitasi perdagangan lintas batas dan mendukung konektivitas ekonomi, khususnya di kawasan perbatasan Entikong–Tebedu.
  3. Pembahasan mengenai akses pasar dan fasilitasi perdagangan, termasuk untuk produk pertanian dan pangan, dengan tujuan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih ada serta memperlancar perdagangan bilateral.
  4. Kedua Negara memperkuat kerja sama investasi dan mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif di kedua negara.
  5. Kelima, melanjutkan kerja sama di berbagai bidang lain yang menjadi kepentingan bersama, termasuk perdagangan elektronik (e-commerce), pertanian, sektor halal, serta standardisasi.

"Kami yakin bahwa hasil-hasil tersebut akan semakin mendorong kemajuan hubungan perdagangan dan investasi bilateral serta memperdalam kerja sama ekonomi antara kedua negara," pungkas Budi.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com