- SIG tanam 5.000 mangrove dan cemara udang di Pantai Bahak Probolinggo.
- Konservasi pesisir dipadukan dengan pengembangan UMKM dan ekowisata.
- RBB 2026 melibatkan 110 relawan dari 53 BUMN di 11 lokasi.
Suara.com - Upaya pelestarian lingkungan mulai diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendorong pengembangan kawasan Pantai Bahak, Probolinggo, Jawa Timur, melalui konservasi mangrove yang dipadukan dengan pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekowisata.
Langkah tersebut dilakukan SIG melalui keterlibatannya dalam program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026 yang diinisiasi BP BUMN dan Danantara. SIG menjadi penanggung jawab pelaksanaan RBB Batch IX di Probolinggo dengan melibatkan 10 relawan dari berbagai perusahaan BUMN.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan keterlibatan perusahaan di Pantai Bahak menjadi momentum untuk melanjutkan konservasi yang telah dilakukan bersama masyarakat, komunitas, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, keberlanjutan ekosistem mangrove tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
“Pantai Bahak memiliki potensi besar sebagai kawasan konservasi sekaligus ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Melalui RBB, kami mengajak relawan untuk tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tapi juga belajar bersama masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir,” ujar Indrieffouny.
Mengusung tema GASPOL (Generasi Aktif Solidaritas Pesisir & Olah Lingkungan), program tersebut mengintegrasikan tiga sektor, yakni lingkungan, pemberdayaan UMKM dan ekowisata, serta pendidikan dan literasi ekosistem mangrove.
Dalam aspek lingkungan, para relawan melakukan penanaman 5.000 bibit mangrove dan cemara udang, membersihkan pantai, melepas 1.000 benih lele, mengecat kawasan, serta membangun rumah pembibitan.
Sementara dari sisi ekonomi, masyarakat pesisir mendapatkan pendampingan UMKM melalui workshop Go Digital, pengembangan branding, pemasaran melalui marketplace, hingga pelatihan ekowisata dan hospitality.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa konservasi kawasan pesisir tidak hanya ditempatkan sebagai agenda lingkungan, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi lokal. Kawasan mangrove yang terjaga dapat menjadi ruang edukasi sekaligus mendukung aktivitas wisata berbasis lingkungan dan usaha masyarakat.
Program juga diperluas ke sektor pendidikan dan ketahanan pangan melalui kolaborasi dengan SPPG Tongas Probolinggo dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SD Dungun 1 dan MTs Negeri 3 Probolinggo.
Para relawan memberikan edukasi mengenai gizi, kebersihan dan keamanan pangan, pengelolaan sampah, serta pencegahan food waste. Selain itu, mereka menggelar kelas inspirasi bagi siswa dan mengembangkan eco-library sebagai ruang edukasi dan penelitian mengenai ekosistem mangrove.
Bagi SIG, program tersebut merupakan kelanjutan dari upaya konservasi yang telah dilakukan di Pantai Bahak. Pada Agustus 2025, SIG bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menanam 17.845 bibit mangrove, sekaligus melakukan pelepasliaran burung pecuk padi hitam dan ibis kepala hitam serta menebarkan ratusan benih kepiting.
“Kami terus mendorong adanya pemeliharaan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas agar ekosistem mangrove dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” kata Indrieffouny.
Secara nasional, RBB Batch IX digelar serentak pada 16-19 Agustus 2026 di 11 lokasi, mulai dari Aceh Tamiang hingga Miangas, Sulawesi Utara. Program ini melibatkan 110 relawan dari 53 BUMN.
Selain mengirimkan 10 relawan ke Probolinggo, SIG juga mengirimkan Yulaikha Fatma dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk untuk mengikuti kegiatan pengabdian di Boyolali, Jawa Tengah.
Rangkaian kegiatan di Probolinggo kemudian ditutup dengan upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan berbagai perlombaan bersama masyarakat.