Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan Tiongkok, Wamen Ekraf Dorong Talenta Lokal Akses ke Pasar Global

Jum'at, 04 September 2026 | 13:06 WIB
Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan kerja sama ekonomi kreatif dengan Tiongkok perlu mengupayakan akses pasar global untuk talental lokal. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan kerja sama ekonomi kreatif dengan Tiongkok perlu mengupayakan akses pasar global untuk talental lokal.
  • Kolaborasi strategis ini berfokus pada pengembangan talenta, produksi konten berbasis kecerdasan buatan, serta pembangunan ekosistem esports.
  • Hasil kerja sama diharapkan mampu menjadikan kreator lokal sebagai pemain utama yang mendistribusikan kekayaan intelektual Indonesia ke dunia.

Suara.com - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar berharap talenta lokal dan intellectual property (IP) Indonesia bisa semakin mengakses pasar global lewat kerja sama ekonomi kreatif dengan Tiongkok.

Irene mengatakan penguatan kerja sama ekonomi kreatif Indonesia dengan Tiongkok melalui PT Panda Investama Semesta harus diarahkan tidak hanya pada pertukaran teknologi, tetapi juga pada pengembangan kapasitas talenta, produksi konten, sertifikasi, hingga pembukaan akses pasar internasional.
 
“Kami ingin talenta Indonesia tidak hanya menjadi bagian dalam ekosistem global, tetapi sebagai kreator utama yang membawa cerita, budaya, dan IP Indonesia ke panggung dunia,” kata Irene dalam keterangan yang diterima, Kamis.
 
Dalam penjajakan kerja sama tersebut, Kementerian Ekraf melihat tiga potensi utama yang dapat dikembangkan bersama Tiongkok, yakni internasionalisasi talenta dan IP Indonesia, pengembangan konten kreatif berbasis artificial intelligence (AI), serta pembangunan ekosistem esports.
 
Menurut Irene, upaya memperluas pasar talenta kreatif Indonesia perlu diawali dengan pemetaan kebutuhan yang lebih spesifik. Kejelasan mengenai kriteria dan kompetensi talenta yang dibutuhkan akan membantu proses matchmaking dengan mitra internasional berjalan lebih tepat sasaran.
 
“Penting untuk memperjelas kriteria talenta yang ingin dikembangkan. Dengan begitu, proses matchmaking dapat dilakukan dengan tepat karena setiap negara yang datang ke Indonesia tentu memiliki kebutuhan yang sangat spesifik,” ujarnya.
 
Di tengah pesatnya perkembangan AI, Irene juga menekankan pentingnya memastikan teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas kreator tanpa mengabaikan perlindungan terhadap karya dan identitas mereka.
 
Menurut dia, perlindungan terhadap hak atas karya, wajah, suara, dan identitas talenta Indonesia perlu menjadi bagian dari pembahasan dalam setiap penjajakan kerja sama berbasis AI.
 
“AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat kemampuan kreator dan meningkatkan produktivitas, tetapi pada saat yang sama harus dipastikan hak dan perlindungan terhadap talenta Indonesia,” katanya.
 
Sementara itu, Tiongkok dinilai dapat menjadi salah satu akselerator bagi talenta Indonesia untuk memperoleh eksposur dan akses ke pasar internasional. Pengalaman sejumlah talenta Asia Tenggara yang terlibat dalam program hiburan di Tiongkok menunjukkan peluang peningkatan eksposur, basis penggemar, hingga pengenalan IP di pasar yang lebih luas.
 
Namun, peluang tersebut dinilai perlu didukung manajemen talenta, strategi pasar, serta mitra industri yang tepat.
 
Produser Walker yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan Tiongkok dapat berperan sebagai pintu masuk bagi talenta dan IP Indonesia menuju pasar global.
 
“Tiongkok tentu bisa menjadi negara akselerator internasional. Kami ingin melihat bagaimana Indonesia dapat menjadi basis para kreator dan ekspor IP, pusat produksi serta distribusi konten ke pasar global,” ujarnya.
 
Menurutnya, ekspansi global tersebut tetap perlu mempertahankan identitas Indonesia sebagai kekuatan utama produk kreatif.
 
Selain internasionalisasi talenta dan IP, penjajakan kerja sama juga mencakup pengembangan pelatihan dan sertifikasi produksi konten, pusat IP, serta akses distribusi global.
 
Irene menyambut baik peluang tersebut dan menekankan pentingnya menerjemahkan kerja sama ke dalam program yang konkret dan terukur. Untuk itu, Kementerian Ekraf akan melanjutkan pembahasan melalui tim teknis bersama mitra terkait guna memetakan bentuk kolaborasi yang dapat segera direalisasikan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com