Gegara Harga Minyak Dunia Meledak, IHSG Terperangkan di Level 6.600

Rabu, 09 September 2026 | 16:52 WIB
IHSG merosot karena harga minyak dunia meledak. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG ditutup melemah 0,12 persen ke level 6.678 akibat tekanan kenaikan harga minyak dunia pada 9 September 2026.
  • Kenaikan harga minyak Brent mencapai 100 dolar AS per barel dipicu oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Pasar dalam negeri ditopang sentimen positif seperti peningkatan indeks keyakinan konsumen dan pertumbuhan penjualan otomotif Agustus 2026.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir meloyo pada perdagangan, Rabu, 9 September 2026. Padahal, IHSG sempat menyentuh level 6.700.

IHSG ditutup turun 8,24 poin atau 0,12 persen ke level 6.678.

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG dibuka di level 6.701 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.707, sebelum turun ke level terendah 6.642.

Tekanan terhadap IHSG salah satunya datang dari kenaikan harga minyak. Harga minyak Brent bahkan mencapai sekitar 100 dolar AS per barel di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

IHSG merosot karena harga minyak dunia meledak. [Suara.com/Alfian Winanto]

Dari dalam negeri, sejumlah sentimen positif masih menopang pasar. Di antaranya peningkatan indeks keyakinan konsumen serta pertumbuhan penjualan otomotif, meskipun pertumbuhan tersebut mengalami perlambatan pada Agustus 2026.

Dari sisi sektoral, IDX Transportation menjadi sektor dengan penguatan terbesar, yakni 2,41 persen. Disusul IDX Industrials yang naik 0,95 persen dan IDX Basic Materials sebesar 0,85 persen.

Sementara itu, IDX Healthcare menjadi sektor dengan pelemahan terbesar setelah turun 1,33 persen. IDX Cyclicals melemah 1,23 persen dan IDX Technology turun 0,96 persen.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih bertahan di atas level MA5. Indikator Stochastic RSI juga berpotensi membentuk Golden Cross di area pivot.

Namun, terdapat sedikit penyempitan pada histogram positif MACD yang menjadi sinyal perlu diwaspadai investor.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran 6.600-6.700 pada perdagangan Kamis (10/9/2026).

Data Perdagangan IHSG

  • IHSG: 6.678,201 turun -8,24 poin atau -0,12 persen
  • Pembukaan: 6.701
  • Tertinggi: 6.707
  • Terendah: 6.642
  • Nilai transaksi: Rp16,05 triliun
  • Volume transaksi: 31,78 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 2.104.470 kali

Top Value

  • BBCA: Rp6.525, turun 150 poin atau 2,25 persen
  • ANTM: Rp3.200, naik 120 poin atau 3,90 persen
  • BIPI: Rp158, naik 8 poin atau 5,33 persen

Top Volume

  • BIPI: Rp158, naik 8 poin atau 5,33 persen
  • BUMI: Rp222, turun 4 poin atau 1,77 persen
  • SQMI: Rp105, naik 8 poin atau 8,25 persen

Top Gainers LQ45

  • INDY: Rp3.120, naik 310 poin atau 11,03 persen
  • AADI: Rp12.450, naik 700 poin atau 5,96 persen
  • AMMN: Rp4.910, naik 240 poin atau 5,41 persen

Top Losers LQ45

  • KLBF: Rp760, turun 20 poin atau 2,56 persen
  • MAPI: Rp1.360, turun 35 poin atau 2,51 persen
  • BBTN: Rp1.220, turun 30 poin atau 2,40 persen

Top Gainers Jakarta Islamic Index (JII)

  • AADI: Rp12.450, naik 700 poin atau 5,96 persen
  • ANTM: Rp3.200, naik 120 poin atau 3,90 persen
  • PTBA: Rp3.100, naik 100 poin atau 3,33 persen

Top Losers JII

  • KLBF: Rp760, turun 20 poin atau 2,56 persen
  • CPIN: Rp3.260, turun 80 poin atau 2,40 persen
  • MBMA: Rp550, turun 10 poin atau 1,79 persen

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com