Impor Minyak Rusia Tahap 2 Mulai Jalan, Bahlil: Demi Ketahanan Energi RI

Jum'at, 11 September 2026 | 15:15 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor minyak mentah atau crude dari Rusia tahap kedua sudah mulai berjalan. Foto Yaumal-Suara.com
  • Impor minyak Rusia tahap kedua sudah mulai berjalan.
  • RI targetkan impor 150 juta barel minyak Rusia hingga akhir 2026.
  • Tahap pertama, hampir 770 ribu barel minyak Rusia masuk Balikpapan.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor minyak mentah atau crude dari Rusia tahap kedua sudah mulai berjalan. Pemerintah menilai pengadaan tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan energi nasional di tengah ketidakpastian global dan melonjaknya harga minyak dunia.

Bahlil mengatakan pembelian crude dari Rusia merupakan tindak lanjut kerja sama antarnegara atau government to government (G2G) yang kemudian direalisasikan melalui skema bisnis government to business (G2B).

"Saya mengatakan sekali lagi ya, bahwa pembelian crude dari Rusia itu merupakan bagian daripada kontrak G2G yang kemudian diakhiri dengan G2B," ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, pemerintah kini mencari sumber minyak yang dapat didatangkan secepat mungkin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, pengadaan tersebut tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku dan memberikan manfaat secara ekonomi.

"Kita sekarang ini kan lagi kondisi global kayak begini, kita mencari skala prioritas mana yang duluan bisa mendatangkan crude kita, selama tidak menabrak aturan. Dan secara ekonomis masuk," katanya.

Bahlil menegaskan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat menjadi prioritas pemerintah, terutama ketika kondisi geopolitik global membuat pasokan minyak dunia semakin ketat dan harga minyak mengalami kenaikan.

"Bayangkan orang dunia lagi susah, kita masih milih-milih. Saya lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan lain. Apalagi kedaulatan bangsa kita tidak boleh diintervensi oleh siapapun. Karena kita menganut masa politik bebas aktif," tegasnya.

Saat ditanya mengenai pelaksanaan pengiriman tahap kedua, Bahlil memastikan proses tersebut sudah berjalan.

"Sudah, sudah mulai jalan ya," pungkas Bahlil.

Impor minyak dari Rusia merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada April 2026. Dalam kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan total impor minyak mencapai 150 juta barel hingga akhir 2026 melalui skema G2G dan business-to-business (B2B).

Pada tahap pertama, minyak mentah Rusia telah tiba di Indonesia. Pemerintah belum mengungkapkan secara rinci volume minyak yang masuk.

Namun, berdasarkan laporan Bloomberg News yang mengutip data Bea Cukai dari Big Trade Data, kapal tanker Sierra membawa hampir 770 ribu barel minyak mentah dari Kozmino, Rusia, ke Pelabuhan Balikpapan pada 29 Juni 2026. Nilai kargo tersebut diperkirakan mencapai US$75 juta.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com