- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.611 per dolar AS pada Jumat sore, 11 September 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia serta sentimen negatif global lainnya.
- Dampak tekanan global tersebut membuat mata uang rupiah mengalami pelemahan sebesar 64 poin dari hari sebelumnya.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terus merosot ke level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat pada Jumat sore (11/9/2026). Terus melonjaknya harga minyak dunia pada pekan ini membuat rupiah semakin tertekan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 17. 611 per dolar Amerika Serikat (AS), angka ini melemah 64 poin atau naik 0,36 persen dibandingkan hari sebelumnya yang ada di Rp17.547 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan ini disebabkan oleh sentimen global. Salah satunya kenaikan harga minyak dunia.
"Rupiah diitutup melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off global yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia," katanya saat dihubungi Suara.com di Jakarta.
Dia menambahkan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS sendiri juga terpantau naik merespon data inflasi produsen yang lebih tinggi dari perkiraan. Alhasil, pelemahan mata uang Garuda masih akan berlanjut.
"Investor sebelumnya mengantisipasi data inflasi konsumen AS malam ini. Dengan padatnya jadwal pertemuan bank sentral dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia minggu depan, sehingga rupiah diperkirakan akan volatile," tandasnya.
Sementata itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan dolar. Taiwan berada di satu level lebih baik dari rupiah setelah ditutup turun 0,3 persen terhadap the greenback.
Selanjutnya, rupee India terlihat tertekan 0,27 persen dan peso Filipina ditutup terkoreksi 0,26 persen. Disusul, ringgit Malaysia yang melemah tipis 0,07 persen.
Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,41 persen dan diikuti yen Jepang yang terkerek 0,13 persen.
Baht Thailand juga menanjak 0,11 persen dan dolar Singapura naik 0,04 persen. Yuan China terapresiasi 0,03 persen, dolar Hong Kong bergerak stabil dengan kecenderungan menguat pada sore ini.