Bisnis Pialang Makin Ketat, Kepercayaan Trader Jadi Tantangan

Senin, 14 September 2026 | 14:45 WIB
Ilustrasi pialang pada bursa saham (Shutterstock).
  • 67 pialang berjangka aktif bersaing menawarkan layanan yang relatif serupa.
  • Pengalaman tarik dana dan kualitas layanan menjadi pertimbangan trader.
  • Finex memimpin Broker Performance JFX dalam 6 dari 7 bulan 2026.

Suara.com - Persaingan industri pialang berjangka semakin ketat. Di tengah jumlah perusahaan yang mencapai puluhan dan tawaran layanan yang semakin seragam, pialang kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan kepercayaan nasabah.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat terdapat 67 perusahaan pialang berjangka aktif yang dinilai pada triwulan I 2026. Sebagian besar menawarkan fasilitas serupa, mulai dari perdagangan emas, valuta asing (forex), indeks, aplikasi trading hingga akun demo.

Namun, keseragaman fasilitas tersebut membuat kualitas layanan menjadi pembeda yang semakin penting. Pengalaman nasabah saat melakukan penarikan dana, menghadapi perubahan spread ketika pasar bergerak cepat hingga mendapatkan bantuan ketika terjadi masalah dapat menentukan keputusan trader untuk bertahan atau berpindah pialang.

Persoalan layanan tersebut bahkan menjadi bahan pembicaraan di komunitas trader, termasuk melalui grup Telegram dan WhatsApp. Pengalaman pengguna ikut membentuk reputasi perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin padat.

CEO Finex Agung Wisnuaji mengatakan perusahaan memilih fokus memperbaiki layanan yang langsung dirasakan nasabah dibandingkan mengejar posisi dalam daftar peringkat.

“Kami tidak pernah menargetkan jadi nomor satu di sebuah daftar. Yang kami targetkan adalah membuat trading lebih mudah dan lebih jelas untuk klien,” ujar Agung, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, perusahaan terus membenahi produk, mempercepat proses deposit dan penarikan dana serta memastikan tersedianya petugas yang dapat membantu nasabah ketika dibutuhkan.

Salah satu indikator aktivitas transaksi pialang dapat dilihat melalui daftar Broker Performance yang diterbitkan setiap bulan oleh Bursa Berjangka Jakarta (JFX). Daftar tersebut menggambarkan aktivitas transaksi anggota bursa dalam periode tertentu.

Sepanjang Januari-Juli 2026, Finex berada di posisi pertama dalam daftar tersebut pada enam dari tujuh bulan. Pada Februari 2026, perusahaan berada di posisi kedua.

Meski demikian, posisi tinggi dalam daftar transaksi tidak serta-merta menjamin kinerja perusahaan pada periode berikutnya. Agung menyebut daftar tersebut hanya menggambarkan aktivitas trader pada bulan sebelumnya.

“Daftar bulanan hanya menunjukkan apa yang dilakukan trader bulan lalu. Itu tidak menjamin apa yang akan mereka lakukan bulan depan. Bagian itu tetap harus terus diperjuangkan,” katanya.

Selain aktivitas transaksi, kepatuhan juga menjadi persoalan penting dalam industri pialang berjangka. Dalam penilaian Bappebti periode Januari-Maret 2026, hanya tujuh dari 67 pialang yang memperoleh peringkat tertinggi.

Finex menjadi salah satu pialang yang memperoleh peringkat tersebut dan mencatatkannya selama delapan triwulan berturut-turut. Penilaian Bappebti mencakup sejumlah aspek, antara lain kepatuhan, integritas keuangan, pengawasan transaksi, penerapan anti-pencucian uang serta penanganan pengaduan nasabah.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com