Pengusaha Wanti-wanti 5 Hal ke Menkeu Suahasil, Dari Debottlenecking hingga Insentif

Rabu, 16 September 2026 | 10:18 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani saat ditemui usai acara Sertijab Menkeu RI di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (16/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani menyampaikan lima pesan kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta pada Rabu (16/9/2026).
  • Apindo meminta Menkeu baru melanjutkan tim kanal debottlenecking, menjaga kesehatan APBN, serta mengoptimalkan ekstensifikasi pajak.
  • Apindo berharap pemerintah memberikan insentif bagi sektor padat karya serta memperkuat komunikasi yang baik dengan seluruh pengusaha.

Suara.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyampaikan lima pesan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara usai menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani mulanya menyatakan kalau pergantian Suahasil dari Purbaya adalah hak prerogatif Presiden RI Prabowo Subianto. Namun ia yakin dengan kinerja Menkeu baru karena rekam jejaknya yang sempat jadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

"Ini tentunya prerogatif Presiden untuk menunjuk Menteri Keuangan yang baru ini. Tapi kan beliau sudah rekam jejaknya sudah diketahui ya, dan jaga kontinuitas daripada yang sudah selama ini dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Jadi kami ada lima pesan," katanya usai ditemui di acara Serah Terima Jabatan Menkeu di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Rabu (16/9/2026).

Pertama, Shinta meminta Suahasil untuk melanjutkan soal tim kanal debottlenecking warisan Purbaya. Tim ini bertugas untuk memecahkan penyelesaian bisnis lewat sidang yang melibatkan pengusaha hingga kementerian.

"Pertama, memang kami kan sudah melakukan pembahasan dari debottlenecking issues. Ini kami sangat penting. Jadi kami harapkan nanti dengan Pak Suahasil, Menkeu baru ini bisa terus dilanjutkan dengan baik debottlenecking," papar dia.

Kedua, Apindo meminta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dijaga sehat. Shinta mengapresiasi komitmen Suahasil untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berjabat tangan dengan Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr]

Kendati begitu Pemerintah juga mesti perlu program yang berdampak ke pertumbuhan ekonomi agar menciptakan lapangan pekerjaan.

"Tapi jangan lupa kita perlu program yang pro-growth, pro-employment. Ini penting, jadi untuk penciptaan lapangan pekerjaan. Jadi makanya saya mengingatkan kita perlu pada saat menjaga stabilitas, juga growth-nya ini perlu," beber dia.

Ketiga, Shinta meminta Pemerintah menjaga kebijakan fiskal tetap berjalan seperti ekstensifikasi pajak alias menjaring wajib pajak baru dari yang sebelumnya tidak terdaftar, bukan intensifikasi pajak alias mencari potensi penerimaan baru dari wajib pajak yang sudah terdaftar.

Selain itu, ia juga meminta masalah restitusi pajak segera diselesaikan. Dengan demikian para pengusaha tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk keberlanjutan bisnis.

"Ini semoga walaupun dengan kita menjaga fiskal yang baik, ini juga tetap dilakukan," imbuhnya.

Keempat, Apindo meminta adanya insentif untuk para pelaku usaha padat karya seperti UMKM. Shinta menilai sektor itu perlu mendapatkan stimulus dan insentif khusus demi keberlanjutan.

Kelima, Shinta mengharapkan adanya kemitraan dan komunikasi yang baik dengan semua pemangku kepentingan, tak terkecuali pelaku usaha.

"Jadi kami siap untuk terus bekerja sama dan semoga semua koordinasi juga ini bisa terus dilaksanakan dengan baik. Jadi lima pesan itu," jelasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com