- Investasi PLTB Indonesia mandek selama 4 tahun.
- ESDM sebut potensi angin Indonesia masih besar.
- JETP tawarkan pinjaman lunak untuk PLTB dan PLTS terapung.
Suara.com - Investasi di sektor pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Indonesia masih minim peminat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, dalam empat tahun terakhir belum ada investor yang masuk untuk membangun pembangkit listrik berbasis tenaga angin tersebut.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan, kondisi tersebut terjadi meski Indonesia memiliki potensi angin yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi sumber listrik.
"Sampai saat ini, 4 tahun ke belakang itu, investasi PLTB belum ada," kata Eniya kepada wartawan di Jakarta, dikutip Kamis (17/9/2026).
Menurut Eniya, potensi pengembangan PLTB justru semakin menarik untuk dimanfaatkan, terutama di tengah perubahan pola cuaca yang terjadi akibat fenomena El Nino. Berdasarkan data yang dihimpunnya, kecepatan angin di sejumlah wilayah Indonesia dapat meningkat dan bertiup sepanjang hari.
Kondisi tersebut, kata dia, membuka peluang untuk mengombinasikan PLTB dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Kombinasi ini dinilai dapat mengatasi keterbatasan pembangkit listrik berbasis air ketika debit sungai dan waduk menyusut pada musim kemarau.
"Padahal sangat bagus sekali kalau kita panen angin di saat airnya surut. Nah, kombinasi itu yang ada. Selama ini, angin kan dianggap kombinasinya itu justru dengan PLTS," ujarnya.
ESDM mencatat potensi angin tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, serta kawasan Indonesia bagian timur.
Di tengah minimnya investasi tersebut, pemerintah kini mencoba membuka alternatif pendanaan. Eniya mengatakan Kementerian ESDM baru-baru ini mendapat tawaran pembiayaan murah atau soft loan bond dari Just Energy Transition Partnership (JETP) dan sejumlah anggota Uni Eropa.
Tawaran pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung proyek energi baru terbarukan, termasuk pengembangan PLTB dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.
"Kemarin saya didatangi oleh JETP, anggota EU, itu juga menawarkan seperti bond loan, soft, very soft loan. Saya sih mengarahkannya untuk ke angin [PLTB] atau PLTS terapung," kata Eniya.