- Kementerian Pertanian mengungkap dugaan penipuan pada 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai label.
- Pelanggan bernama Dea merasa kecewa dan mempertanyakan pengembalian dana atas pembelian beras bermasalah tersebut.
- Menteri Pertanian menyatakan beras biasa dijual mahal seharga Rp57.600 padahal untuk kelompok rentan.
Suara.com - Konsumen kini merasa tertipu dengan kasus beras fortifikasi yang diduga bermasalah. Bahkan, mereka mulai mempertanyakan nasib uang yang sudah mereka keluarkan untuk membeli produk tersebut.
Salah satunya Dea, pelanggan yang mengaku rutin membeli beras Sumo dan Idola. Ia memilih kedua produk tersebut karena menilai kualitas nasinya lebih baik dibandingkan beras lain, meski harganya relatif mahal.
Namun, setelah mengetahui adanya persoalan terkait produk tersebut, Dea mengaku kecewa. Terlebih, selama ini ia membeli beras tersebut dengan asumsi harga yang dibayarkan sesuai dengan kualitas produk.
Kini, Dea mempertanyakan apakah konsumen yang sudah telanjur membeli produk tersebut bisa mendapatkan pengembalian uang atau bentuk kompensasi lainnya.
"Kalau memang terbukti ada masalah, kami sebagai konsumen bagaimana? Bisa emang uangnya dikembalikan?" ujar Dea kepada Suara.com, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut beras yang masih tersimpan di rumah. Sebagian produk yang sudah dibeli sebelumnya juga telah dikonsumsi.
Karena itu, ia berharap ada penjelasan yang jelas dari pihak terkait mengenai langkah yang harus dilakukan konsumen yang merasa dirugikan.
Dea juga berharap produsen maupun pemerintah memberikan mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Dengan begitu, konsumen dapat mengetahui apakah mereka berhak mendapatkan pengembalian dana atau kompensasi.
"Jangan sampai konsumen cuma disuruh berhenti beli, tapi yang sudah keluar uang bagaimana?" katanya.
Selain itu, Dea berharap produsen yang produknya terbukti melakukan pelanggaran dapat memberikan harga yang sesuai dengan kualitas dan kandungan sebenarnya. Menurut dia, konsumen berhak mendapatkan produk sesuai informasi yang diberikan saat membeli.
"Kalau memang ternyata bukan seperti yang diklaim, ya jangan dijual semahal itu. Saya berharap merek-merek yang terbukti bermasalah bisa memberikan harga yang sesuai dengan kondisi produknya," pungkas Dea.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap adanya dugaan penipuan dalam perdagangan beras fortifikasi. Sebanyak 25 merek beras fortifikasi disebut menjadi temuan pemerintah karena diduga tidak sesuai dengan standar maupun kandungan yang tercantum pada label.
Berdasarkan pemaparan Kementan, sejumlah produk yang ditampilkan antara lain Rojo Lele, Topi Koki, HOK-1, Maknyuss, Cantik Manis, Idola, Anak Raja, Induk Ayam, Sumo, AAA Wijaya Kusuma, Rasvit, Ikan Mas Cupang, 111 Golden Number, Induk Ayam, Pelikan, Wellfarm, Penari Bangkok, dan Nutri Rice dari BUMD DKI Food Station.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan temuan tersebut merupakan bagian dari pengawasan pemerintah terhadap peredaran beras di Indonesia. Temuan ini muncul setelah sejumlah produk diperiksa dan diuji di laboratorium.
"Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada 4 lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," kata Amran dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).